
Keenam format tersebut, yakni skippable in-stream ads, non-skippable in-stream ads, bumper ads, in-feed video ads, masthead ads, dan responsive display ads.
Setelah mengetahui tahapan cara beriklan di YouTube, ada sejumlah tips yang penting untuk diketahui juga, agar kampanye produkmu berjalan sesuai target.
Apa saja kah tips memasang iklan di YouTube? Berikut di antaranya yang bisa kamu terapkan:
Seperti disebutkan sebelumnya, terdapat banyak format iklan yang tersedia di YouTube. Mulai dari iklan bumper, iklan bersponsor, iklan bergambar hingga iklan video yang dapat dilewati atau tidak dapat dilewati.
Kamu harus memilih dengan cermat, mana yang sesuai dengan produk dan budget juga.
Selain itu, kamu bisa coba bereksperimen menggunakan beberapa format iklan dan membandingkan kinerjanya satu sama lain.
Meski sama-sama muncul di YouTube, kedua format iklan ini sangat jauh berbeda. Dikutip dari Wordstream, iklan in-stream muncul sebelum, sesudah, dan di sela-sela video yang sedang ditonton.
Adapun iklan displai muncul di laman pencarian, berdampingan dengan video-video hasil pencarianmu. Format iklan ini berbeda dengan format iklan bentuk video lainnya. Oleh karena itu, kamu harus menentukan strategi dan budget yang berbeda pula untuk format iklan ini.
Kamu bisa mencoba kedua format iklan tersebut dan membandingkan bagaimana kinerjanya. Apabila ada salah satu yang memberikan hasil terbaik untuk bisnis kamu, coba pertahankanlah.
Kamu harus memperhatikan siapa yang akan menonton atau melihat iklanmu di YouTube. Jangan sampai pesanmu tersampaikan kepada segmen penonton yang bukan segmentasi produkmu.