
Selain itu, kemungkinan penyebab lainnya adalah usia pentil ban yang sudah terlalu lama. Hal ini dapat mempengaruhi daya tahan pentil dalam menahan udara.
Jika pentil ban motor sudah mencapai usia yang cukup lama, sebaiknya segera menggantinya dengan yang baru. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kebocoran atau kempes pada ban saat Anda mengendarainya.
Keadaan pelek yang tidak lurus juga memiliki potensi sebagai penyebab ban tubeless bocor dan kempes. Kecondongan pelek tersebut dapat menciptakan celah antara pelek dan ban. Celah tipis ini kemudian dapat menyebabkan udara keluar perlahan, meningkatkan risiko kempes pada ban.
Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada pelek motor untuk memastikan tidak ada bagian yang bengkok atau tidak lurus. Jika Anda temukan kerusakan, segera lakukan perbaikan atau ganti pelek yang rusak.
Jika pelek sudah terlalu rusak dan sulit Anda perbaiki, maka pertimbangkan untuk menggantinya dengan yang baru dan sesuai dengan spesifikasi motor.
Ban yang telah mengalami aus dan halus memang dapat menimbulkan risiko yang tinggi dan seharusnya segera Anda ganti. Selain mudah mengalami kempes dan kebocoran, ban yang telah aus juga menjadi sangat berbahaya karena kehilangan daya cengkeram. Bahkan saat terkena panas ban yang telah aus dapat menjadi rentan terhadap pecah.
Gantilah ban yang sudah aus dengan ban baru dan memiliki keadaan baik. Pilih ban dengan kecocokan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan Anda.
Penyebab ban tubeless bocor dapat berasal dari berbagai faktor. Melakukan perawatan secara rutin, bisa memperpanjang usia kendaraan kita. Apalagi ban adalah komponen yang cukup penting. Jika tidak kita rawat, maka akan terjadi hal-hal yang merugikan saat perjalanan.