
INTRIK.ID, BANGKA SELATAN — Pemulihan warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan, masih menghadapi pekerjaan besar. Sebanyak 348 rumah terdampak dan 1.578 jiwa merasakan dampak bencana, sementara sebagian warga masih bertahan di pengungsian setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Hampir enam hari mengungsi, warga belum hanya membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup, tetapi juga dukungan agar anak-anak bisa kembali bersekolah dan keluarga dapat menata kehidupan dari awal.
Di tengah kondisi tersebut, PT Timah (Persero) Tbk melalui tim Emergency Response Group (ERG) menyalurkan bantuan pada Kamis (15/10/2026). Dukungan yang diberikan meliputi empat unit toilet portabel, pelayanan kesehatan gratis, ratusan paket perlengkapan sekolah, serta pendampingan psikologis bagi anak-anak.
Empat toilet portabel ditempatkan di posko pengungsian di SD Negeri 7 Simpang Rimba untuk membantu memenuhi kebutuhan sanitasi warga. Sementara layanan kesehatan diberikan untuk membantu menjaga kondisi masyarakat di tengah situasi pascakebakaran.
PT Timah juga menyalurkan perlengkapan sekolah bagi pelajar dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA). Bantuan tersebut mencakup seragam, sepatu, alat tulis, dan perlengkapan penunjang lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengatakan bantuan tersebut dibutuhkan agar anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar meskipun kondisi mereka belum sepenuhnya pulih.
“Terima kasih dukungan dari PT Timah dan semua pihak yang telah membantu, baik pelayanan kesehatan, maupun bantuan peralatan sekolah dan toilet portabel,” katanya.
Hefi menyebut dukungan dari berbagai pihak menjadi penyemangat bagi warga untuk melewati masa sulit. Ia berharap sinergi pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat terus berlanjut selama proses pemulihan.
Tak hanya kebutuhan fisik, kondisi psikologis anak-anak juga menjadi perhatian. Berkolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, tim ERG menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu anak-anak menghadapi dampak emosional setelah kehilangan rumah dan lingkungan tempat tinggal.
Ketua Umum ERG PT Timah, Ali Samsuri, mengatakan pihaknya telah memantau lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait sebelum menerjunkan tim. Posko juga dibuka untuk membantu warga terdampak, sedangkan dukungan lanjutan akan dievaluasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Bagi warga, bantuan yang datang belum menghapus persoalan utama: kehilangan rumah dan kebutuhan untuk membangun kembali kehidupan. Ayu (34), salah seorang warga terdampak, mengaku rumahnya habis terbakar. Perlengkapan sekolah anaknya yang masih duduk di TK juga tidak ada yang berhasil diselamatkan.
“Rumah saya habis semua dimakan api. Alhamdulillah, hari ini anak saya yang TK menerima bantuan alat sekolah dari PT Timah. Ini menghibur anak karena dia sedih alat-alat sekolahnya tidak ada yang bisa diselamatkan. Kami sudah hampir enam hari mengungsi karena benar-benar tidak ada yang tersisa. Semoga nanti ada bantuan agar bisa membangun rumah lagi,” harapnya.
Bantuan sanitasi, kesehatan, pendidikan, dan pendampingan psikologis menjadi bagian dari upaya pemulihan. Namun, bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, kebutuhan untuk membangun kembali rumah tetap menjadi harapan besar di tengah masa pengungsian. (*)
Sumber: PT Timah Tbk