
Beban serupa dirasakan keluarga Muhammad Al Fasha, warga Pangkalarang, Kecamatan Pangkalbalam, Pangkalpinang, yang harus menjalani pengobatan penyakit jantung di Jakarta.
Selain biaya pengobatan, keluarga harus menanggung kebutuhan selama berada di luar daerah. Bahkan, sebelum memperoleh bantuan, keluarga Al Fasha sempat menjual kendaraan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dan pengobatan.
Ibunya, Wahyuni, merupakan orang tua tunggal yang bekerja serabutan. Kondisi tersebut membuat biaya pengobatan anak menjadi tantangan tersendiri ketika harus dilakukan di luar daerah.
Bantuan PT Timah kemudian digunakan untuk mendukung biaya pengobatan dan akomodasi selama menjalani perawatan.
“Semoga pengobatan anak saya lancar dan bisa segera sehat kembali. Saya sangat berterima kasih kepada PT Timah yang sudah membantu,” katanya.
Cerita lainnya datang dari keluarga seorang anak berusia 11 tahun asal Tanjung Sari, Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.