
Yusrizal menjelaskan, ada 120 peserta dari setiap kelas yang dibuka, namun pesrta yang mendaftar melebihi kuota yang seharusnya.
“Jadi pelatihan tematik ada 120 seperti koding, cyber security yang diikuti pelajar dan guru. Terus untuk yang digital marketing, pelatihan UMKM itu ada 120 orang,” ujarnya.
Yusrizal juga menegaskan, pihaknya hanya memberikan pelatihan sesuai nomenklatur yang ada dan hanya memfasilitasi perusahaan dan peserta agar bisa saling bertemu di dalam sebuah aplikasi.
“Kalau pendanaan lanjutan kami tidak ada. Tapi kami punya aplikasi yang mempertemukan peserta dan perusahaan agar tau perusahaan mana yang sedang membutuhkan soft skil mereka, ” tutupnya.