
Warga Desa Terentang itu mengatakan sejak tidak diberlakukannya lagi tilang, truk sawit semakin banyak yang melanggar aturan.
“Saya tahu kok memang tilang harus elektronik, tapi kalau bahaya seperti itu polisi juga harus lebih sigap,” tegas Don.
Warga lainnya, Patrian (29) warga asal Koba juga mengeluhkan hal yang sama. Pasalnya saat ia sedang ke Lampur, banyak melintas mobil sawit dan bungkil yang over kapasitas tanpa pengaman muatan yang baik.