
Anak mereka semula disarankan dokter untuk menjalani rawat inap, namun karena masih belum percaya mereka kembali membawa anaknya ke dokter lainnya.
“Saya juga coba bawa ke rumah sakit lainnya dan hasilnya juga sama anak saya mengidap jantung bocor. Dan harus ditangani intensif di salah satu di rumah sakit di Jakarta,” cerita Asroni.
Karena keterbatasan biaya, Ia hanya bisa rawat jalan dan melakukan pengobatan tradisional.
“Alhamdullilah, saat ini kondisinya sudah agak mendingan. Kebocorannya pun sudah semakin mengecil, mudah – mudahan kedepan semakin membaik,” katanya.