Molen Beberkan Sejumlah Fakta di Pangkalpinang

    Foto: Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat menghadiri Musrenbang.(ist)

    Kembali ia membeberkan sejumlah fakta menarik lainnya, pada sektor pariwisata ditahun 2021 secara perlahan dan bertahap mulai menunjukkan pemulihan. Padahal dua tahun lebih dunia internasional (termasuk Pangkalpinang) mengalami Pandemi Covid-19 yang membuat seluruh kabupaten kota dan provinsi di Indonesia mengalami fluktuasi.

    “Alhamdulillah sekarang kita mulai ditahun 2021 mengalami kenaikan, dilihat dari angka kunjungan wisatawan ke Kota Pangkalpinang pada tahun 2020 yang sebanyak 133.648 orang menjadi 195.230 orang pada tahun 2021,” jelasnya.

    Akibatnya, berdampak positif pada peningkatan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar 17,4 Miliar, naik sekitar 113 persen dari target yang direncanakan sebesar 15 Miliar Rupiah. Atas pencapaian tersebut, Wali Kota Molen meminta tidak mengalami penurunan ditahun 2022 dan apa yang telah rencanakan akan selalu on the track, sesuai dengan apa yang direncanakan.

    “Untuk kita melihat gambaran kondisi tahun 2020 dan 2021 ada baiknya kita flashback kebelakang yaitu waktu Covid-19 masih melanda. Pada saat itu laju percepatan Covid bisa dikendalikan namun belum dapat diprediksi kapan akan mengalami penurunan. Dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pemerintah mengambil langkah strategis menetapkan dan memberlakukan berbagai bentuk kebijakan seperti penerapan Protokol Kesehatan, Social Distancing, Phisical Distancing dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” kata Molen.

    Ia menerangkan, kongkritnya seluruh daerah termasuk Kota Pangkalpinang dilakukan pembatasan dan penutupan aktivitas ditempat keramaian seperti pasar, objek wisata, tempat ibadah, restauran, cafe dan lain-lain.

    Hal tersebut telah memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kota Pangkalpinang, dampak itu dirasakan langsung dalam keseharian masyarakat, semua aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat terpukul dan terguncang, banyak aktivitas publik terhenti baik secara sukarela maupun dipaksa.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook