
Tidak hanya perayaan pesta ulang tahun, panjat pinang juga sering dilakukan untuk merayakan pesta pernikahan. Bangsawan Belanda mengadakan lomba panjat pinang sebagai hiburan.
Mereka menjadikan para penduduk pribumi sebagai bahan tertawaan.
Sebab dianggap lucu ketika melihat penduduk pribumi berbondong-bondong berusaha memanjat batang pinang hanya untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang sangat berharga pada masa itu.
Di samping itu juga lomba panjat pinang berada pada budaya Tionghoa, populer Fujian, Guangdong, dan Taiwan terkait festival hantu.
Panjat pinang pertama kali tercatat pada masa Dinasti Ming.
Balap makan kerupuk menjadi lomba perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang selalu disenangi oleh kaum muda maupun dewasa.
Lomba makan kerupuk juga mengingatkan rakyat Indonesia pada masa sulit tahun 1930-1940.
Saat itu Indonesia mengalami krisis dan mengakibatkan pada lonjakan kebutuhan pangan sehingga masyarakat bawah hanya dapat memakan kerupuk sebagai lauk.
Lomba balap kerupuk meninggalkan makna bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang dan sanggup melewati masa sulit, hal tersebut digambarkan melalui cara memakan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan bantuan tangan.
Lomba balap karung yaitu perlombaan dengan cara melompat menggunakan karung hingga mencapai garis finish.