
INTRIK.ID, BABEL – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi berbagai daerah di Indonesia, perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap menunjukkan daya tahan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bangka Belitung pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Meskipun sedikit melambat dibandingkan Triwulan I 2026 yang mencapai 4,53 persen (yoy), capaian tersebut dinilai masih mencerminkan kondisi ekonomi daerah yang tetap solid di tengah perlambatan sejumlah sektor unggulan dan tekanan terhadap perdagangan global.
Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, konstruksi, perdagangan, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Kinerja positif tersebut didorong meningkatnya aktivitas warung makan dan warung kopi, semakin masifnya implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta meningkatnya aktivitas masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.