
INTRIK.ID, SINGAPURA — Timnas Singapura menghadapi ujian berat setelah kekalahan telak 0-6 dari Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Belum lama menelan hasil memalukan di level regional, The Lions sudah dijadwalkan menghadapi Paraguay dan Brasil, dua tim yang memiliki peringkat FIFA jauh di atas mereka.
Singapura akan menjamu Paraguay pada 13 November 2026, kemudian menghadapi Brasil empat hari berselang, tepatnya 17 November. Kedua pertandingan tersebut digelar di National Stadium, Singapura, dalam rangkaian laga persahabatan internasional bertajuk Mizuho Blue Challenge – The Kallang Football Series.
Tantangannya terlihat dari perbedaan peringkat FIFA. Berdasarkan pembaruan resmi FIFA pada 20 Juli 2026, Brasil menempati posisi kelima dunia, Paraguay berada di peringkat ke-34, sedangkan Singapura berada di posisi ke-148.
Artinya, Singapura terpaut 114 posisi dari Paraguay dan 143 posisi dari Brasil. Perbedaan itu tidak otomatis menentukan hasil pertandingan, tetapi menunjukkan besarnya tantangan yang menanti tim asuhan Gavin Lee.
Kekhawatiran terhadap kesiapan Singapura menguat setelah mereka dihantam Malaysia dengan skor 0-6 pada 1 Oktober 2026 dalam pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup di Bandung, Indonesia.
Malaysia mencetak enam gol melalui Bergson da Silva yang membukukan hattrick, serta Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah. Kekalahan tersebut sekaligus membuat Singapura tersingkir dari turnamen.
Hasil itu juga menjadi kekalahan terbesar Singapura di bawah kepelatihan Gavin Lee. The Lions sebelumnya kalah 0-2 dari Indonesia, lalu menang tipis 1-0 atas Bangladesh sebelum menghadapi Malaysia.
Usai pertandingan, Lee mengakui timnya belum cukup baik untuk melanjutkan langkah di turnamen tersebut.
“Congratulations to Malaysia, they definitely deserved to qualify,” ujar Lee, dikutip The Straits Times.
Ia juga menyatakan Singapura perlu mengevaluasi penampilan mereka dan memahami level permainan yang ingin dicapai.
Kekalahan tersebut menjadi peringatan karena Singapura sedang mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia 2027. Dua laga melawan Paraguay dan Brasil kini berpotensi menjadi ujian penting untuk mengukur perkembangan tim sebelum tampil di kompetisi kontinental tersebut.
Brasil merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dan berada di posisi kelima peringkat FIFA pada pembaruan Juli 2026. Sementara Paraguay menempati peringkat ke-34, jauh di atas Singapura.
Menghadapi dua tim dengan perbedaan peringkat sebesar itu akan menguji kemampuan Singapura dalam bertahan, menjaga organisasi permainan, serta memanfaatkan peluang ketika mendapatkan kesempatan menyerang.
Namun, pertandingan persahabatan juga memberi ruang bagi pelatih untuk menguji komposisi pemain, memperbaiki kelemahan taktik, dan mengevaluasi kesiapan tim. Karena itu, hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur, meskipun cara tim merespons tekanan akan menjadi perhatian.
Pelatih Singapura Gavin Lee sebelumnya menyebut pertandingan melawan tim kuat sebagai kesempatan berharga untuk mengetahui bagian permainan yang masih perlu diperbaiki.
“Kami menyambut setiap kesempatan menghadapi lawan kuat. Pertandingan seperti ini sangat berharga karena menguji kami dan menunjukkan bagian mana yang masih harus diperbaiki,” kata Lee, dikutip Channel NewsAsia saat pengumuman rangkaian laga November.
Bagi Singapura, dua pertandingan November mendatang datang pada waktu yang penting. Kekalahan telak dari Malaysia telah menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan tim, sementara persiapan menuju Piala Asia 2027 terus berjalan.
Menghadapi Paraguay dan Brasil dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan. Namun, jika kelemahan yang terlihat saat melawan Malaysia tidak segera diperbaiki, dua laga tersebut berisiko kembali memperlihatkan jarak kemampuan Singapura ketika berhadapan dengan lawan berperingkat lebih tinggi.
Pertandingan melawan Paraguay pada 13 November akan menjadi ujian pertama. Setelah itu, Singapura menghadapi Brasil pada 17 November—laga yang kemungkinan menyita perhatian lebih besar karena perbedaan peringkat kedua negara.
Kini, tantangan Singapura bukan hanya menghadapi nama besar. The Lions juga perlu membuktikan bahwa kekalahan 0-6 dari Malaysia benar-benar menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar hasil buruk yang berlalu tanpa perubahan.