Banyak Pemain Timnas Lahir di Luar Negeri, Apa Bedanya Pemain Diaspora dan Naturalisasi?

    Caption: Timnas Indonesia merayakan golnya.

    Artinya, memiliki keturunan Indonesia, menjadi WNI, dan memenuhi syarat membela Timnas merupakan tiga hal yang saling berkaitan, tetapi tidak identik.

    Apa sebenarnya perbedaan diaspora dan naturalisasi?

    Perbedaan keduanya dapat dilihat dari beberapa aspek.

    Pertama, pemain diaspora. Istilah ini menggambarkan latar belakang pemain yang berada atau berkarier di luar negeri dan memiliki hubungan dengan Indonesia, misalnya melalui orang tua atau leluhurnya. Istilah diaspora sendiri bukan kategori kewarganegaraan dalam hukum.

    Kedua, pemain naturalisasi. Istilah ini merujuk pada orang yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam sepak bola, pemain tersebut selanjutnya harus memenuhi aturan FIFA untuk dapat memperkuat Timnas Indonesia.

    Ketiga, pemain keturunan yang sudah berstatus WNI. Pemain yang memiliki hubungan keturunan Indonesia bisa saja telah berstatus WNI berdasarkan jalur kewarganegaraan yang berlaku baginya. Karena itu, tidak tepat menganggap setiap pemain keturunan pasti harus dinaturalisasi.

    Sebaliknya, pemain yang tidak memiliki keturunan Indonesia pun secara umum dapat mengajukan naturalisasi jika memenuhi persyaratan hukum. Namun, memperoleh kewarganegaraan Indonesia saja tidak otomatis membuatnya memenuhi syarat untuk membela Timnas; aturan kelayakan FIFA tetap berlaku.

    Mengapa Belanda menjadi salah satu sumber pemain keturunan?

    Belanda menjadi salah satu negara yang banyak dikaitkan dengan pencarian pemain keturunan Indonesia. Faktor sejarah hubungan Indonesia dan Belanda serta keberadaan komunitas keturunan Indonesia di sana membuat PSSI memiliki ruang untuk menjaring pemain dengan hubungan keluarga Indonesia.

    Sejumlah pemain yang berkembang di sistem sepak bola Eropa juga memperoleh pengalaman kompetisi dan pembinaan yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika pelatih menyusun komposisi tim.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook