
Detoks atau pembuangan racun-racun tubuh dilakukan lewat kebiasaan buang air besar yang rutin. Buah pir terdiri dari 84% air, yang akan membantu agar kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan dari tubuh.
Divertikulosis adalah terbentuknya kantung-kantung yang menyembul di usus besar. Jika terinfeksi dan terjadi peradangan, kondisi ini disebut divertikulitis.
Meski penyebab divertikulitis belum diketahui secara pasti, dokter menduga kondisi ini berkaitan dengan pola makan yang kurang serat.
Diet tinggi serat dapat risiko mengurangi terjadinya peradangan pada divertikula. Pasalnya, serat akan membantu penyerapan air yang membuat feses menjadi lunak dan mudah dikeluarkan.
Manfaat pear serta buah dan sayuran tinggi serat lainnya bisa diandalkan sebagai cara menurunkan risiko infeksi pada usus besar tersebut.
Meningkatkan asupan serat berdampak pada menurunnya kadar kolesterol dalam darah. Kebaikan ini bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi buah pir maupun bahan pangan kaya serat lainnya.
Hanya menambah konsumsi serat sebanyak 10 gram per hari saja sudah dapat membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa serat punya peran dalam mengendalikan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi dan peradangan, yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Selain itu, beberapa jenis buah pear juga mengandung anthocyanin yang terbukti meningkatkan kesehatan jantung dan memperkuat pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah. Ada banyak penelitian yang menyebutkan bahwa buah seperti pear dan berries mengandung substansi ini yang bisa mengurangi risiko seseorang mengalami penyakit jantung.