
INTRIK.ID, KONAWE SELATAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi pelajar kembali menjadi sorotan. Sebanyak 144 siswa di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Sebanyak 17 siswa masih menjalani perawatan berdasarkan data yang dihimpun hingga Rabu (14/10/2026) malam.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang pengawasan keamanan pangan dalam program yang menyasar anak-anak sekolah. Meski dugaan keterkaitan dengan MBG masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan, jumlah siswa yang mengalami keluhan membuat evaluasi terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan menjadi mendesak.
Kepala Puskesmas Motaha, Sunding Tehangga, mengatakan jumlah siswa yang terdata mengalami gejala mencapai 144 orang. Keluhan yang dilaporkan meliputi mual, muntah, pusing, buang air besar berulang, hingga sesak napas.
Dari jumlah tersebut, 17 siswa masih menjalani perawatan di puskesmas. Kondisi mereka dilaporkan stabil. Sementara itu, siswa lainnya mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Gangguan kesehatan tersebut dilaporkan terjadi setelah siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya. Keluhan mulai muncul pada Selasa (13/10/2026) dan berlanjut hingga Rabu.