Polres Bateng Akui Kesulitan Ungkap Kasus Curanmor

IMG 20230103 WA0006
Foto: Kapolres Bangka Tengah, AKBP Moch Risya Mustario saat konferensi pers. (Erwin)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kasus Pencurian Motor atau Curanmor jadi kasus yang paling sedikit dan sulit diungkap oleh Polres Bangka Tengah selama 2022.

Dari 4 Laporan Polisi (LP), hanya 1 yang berhasil diungkap oleh Polres Bangka Tengah.

Kapolres Bangka Tengah, AKBP Moch Risya Mustario mengatakan sulitnya pengungkapan itu disebabkan motor hasil curian langsung dipreteli oleh pencurinya.

“Motor hasil curian biasanya langsung dipreteli untuk mengubah bentuk dan warna motor lalu dijual kepada penadah dengan harga miring,” ungkapnya, Selasa (3/1/2023).

Selain itu, pencuri motor juga langsung mengubah bentuk dan warna dari motor yang dicuri untuk digunakan si pencuri atau bahkan dijual ke penadah secara langsung.

“Ada juga yang langsung dicat, dirubah bentuk bahkan dilarikan ke luar daerah,” ungkap Risya.

Ia menghimbau agar semua bengkel tidak membeli alat-alat yang tidak jelas asal usulnya. Bahkan laporkan ke pihak berwajib jika terlihat kejanggalan pada penjualan sparepart motor yang bilang copotan dari motor asli.

“Laporkan semua tindak kejahatan, hal-hal yang mencurigakan agar Polres Bangka Tengah dapat bertindak cepat. Mari jaga kamtibmas di Bangka Tengah dengan baik,” tutupnya.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas