Syarifullah: Pemilihan Komisaris Bank Sumsel Babel Tidak Sembarangan

IMG 20221122 WA0002
Foto: Syarifullah Nizam. (Ist)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Bank Sumsel Babel resmi memiliki komisaris nonindependen yang mewakili provinsi Bangka Belitung setelah dilantiknya Ahmad Syarifullah Nizam, Jumat (18/11/2022).

Ahmad Syarifullah Nizam, yang merupakan asisten II bidang perekonomian dan keuangan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mendapat kritik dari beberapa LSM yang menganggap pemilihannya tidak objektif.

Menanggapi hal tersebut, Syarifullah Nizam mengungkapkan, terpilihnya dia sebagai komisari nonidependen Bank Sumsel Babel melalui proses yang panjang.

“Kami itu ada asesment dulu, bahkan sampa dua kali, tidak langsung dipilih. Ada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham-Red), ada rekomendasi, ada syarat-syart yang harus dipenuhi. Bahkan langsung di asesmen oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan-Red),” ungkapnya kepada intrik.id, Selasa (22/11/2022).

Ia menjelaskan, tiga nama yang direkomendasi itu dikerucutkan menjadi dua nama terlebih dahulu untuk dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk dipilih jadi komisaris nantinya.

“Kan ada tiga nama yang mengusulkan, itu diasesment dulu. Bahkan kami harus punya sertifikat manajemen resiko 1 dan 2 untuk ikut. Tidak sembarangan,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Syarifullah itu mengatakan, semua daerah kabupaten/kota dan provinsi sendiri sudah diberi kesempatan untuk memberikan utusan daerah mereka masing-masing.

“Kan ada surat dari Bank Sumsel Babel untuk semua daerah dan pemegang saham. Pas dibuka untuk pendaftaran, yang mengirim utusan cuma Bangka Tengah, Pangkal Pinang dan Belitung. Padahal semua sudah diberi kesempatan yang sama dari surat tersebut,” ucapnya.

“Nah Bangka Tengah mengutus saya, dan saya murni diutus Bangka Tengah dan mewakili Bangka Tengah untuk ikut seleksi Komisaris,” lanjutnya.

Bahkan, Syarifullah menegaskan, tak ada titip menitip nama atau kedekatan dengan siapapun untuk masalah ini.

“Saya murni benar-benar mewakili Bangka Tengah. Semua proses di lalui. Dari rekomendasi, asesment sampai 2 kali langsung oleh OJK, diseleksi oleh Pemegang saham dalam RUPS bahkan juga direkomendasi oleh Lembaga Perbankan Indonesia langsung untuk bisa jadi Komisarin nonindependen ini,” tegasnya saat disinggung opini titipan.

Ia juga menghimbau agar masyarakat harus tahu bahwa , ASN yang menjadi komisaris semuanya berdasrkan prosedur masyarakat.

“Hanya karena saya ASN (Aparatur Sipil Negara-Red) sendiri dari 3 calon jadi heboh. Masyarakat harus juga diedukasi bahwa kami tidak akan berani bertindak tidak sesuai dengan yang seharusnya,” tutupnya.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas