Tolak Buat Asosiasi Produsen Arak, Algafry: Jangan Bikin Suasana Jadi Tidak Baik

IMG 20220912 WA0002
Foto: Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman. (Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menolak saran Mehoa untuk membuat asosiasi produsen arak.

Menurutnya arak masih beresiko sehingga dinilai tidak perlu adanya asosiasi.

“Asosiasi itu tidak perlu. Arak itu beresiko. Jadi tidak perlu adanya asosiasi produsen pembuatan arak,” tegasnya saat ditanya pihak intrik.id, Senin (12/9/2022).

Ia menyatakan selama ini arak tidak pernah dipermasalahkan jika digunakan untuk ibadah, obat dan juga budaya sesuai aturan agama maupun kepercayaan masyarakat.

“Selama ini arak baik-baik saja. Yang ditindak tegas adalah orang-orang nakal yang tidak jelas membeli arak untuk apa,” jelas Algafry.

“Kita tidak pernah menindak orang ibadah, berobat dan lainnya walaupun memang harus pakai arak,” lanjutnya.

Ia menuturkan, produsen arak harusnya punya kesadaran untuk tidak menjual kesembarang orang maupun dijual bebas.

“Jika ada orang yang mau beli (arak-red) untuk mabuk-mabukan bisa langsung di-cut (ditolak-red), kami akan tidak dan tertibkan itu. Kami tidak melarang, tapi kalau jual beli ke orang yang tidak jelas, produsen arak harus bertanggung jawab,” tutur Algafry.

Ia juga menjelaskan, perda selama ini tidak pernah mengatur arak dan minuman beralkohol lainnya.

“Arak dan minuman beralkohol lainnya itu tidak pernah bisa dijual sembarang. Ini hanya kebijakan dan kesadaran saja. Jangan bikin suasana jadi tidak baik ditengah tentramnya Bangka Tengah,” ucapnya.

Algafry menghimbau agar semua produsen arak dan tempat yang menjual minuman beralkohol lebih selektif lagi.

“Saya himbau, tidak ada penjualan arak dan minuman beralkohol lainnya kepada anak dibawa umur, orang tidak jelas kegunaannya, bukan untuk ibadah budaya dan obat. Apalagi sampai mabuk-mabukan bikin masalah dan celaka. Kami akan tindak tegas semuanya, ” tutup Algafry. (Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas