Kenaikan Harga BBM Dinilai Menciderai Pancasila

IMG 20220906 132211
Foto: Ketua DPD PKS Bateng Firmansyah (intrik.id)

*Kenaikan BBM minta dikaji ulang

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bangka Tengah menyebut bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai menciderai Pancasila.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD PKS Bateng Firmansyah di rumahnya, Selasa (6/9/2022).

“Ini jelas menciderai Pancasila tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hanya gara-gara kenaikan BBM sangat menyiksa,” tegasnya.

Pasalnya, kata Firman, kenaikan harga BBM ini akan sangat membebani perekonomian masyarakat menengah ke bawah yang saat ini sedang sulit.

Tak hanya itu, kenaikan ini juga kan menjadikan efek domino terhadap kenaikan harga di sektor lain yang membuat daya beli masyarakat semakin menurun.

“Baru mau bangkit, baru mau pulih, dihajar kenaikan seperti ini. Ini akan membuat masyarakat jatuh lagi, ” katanya pada intrik.id.

“Ini tidak bisa dibiarkan, kalau seperti ini terus kapan ekonomi bangkit dan pulih. Ini malah akan membuat semuanya kembali terpuruk karena pilar ekonomi yang baru dibangun di luluh lantahkan kembali,” sesalnya.

Untuk itu, Firman berharap agar pemerintah lebih mensiasati dengan baik lagi kenaikan BBM ini, karena sangat berpengaruh kepada pilar ekonomi.

“Kami dari DPP PKS Bateng sangat menolak kenaikan BBM. PKS secara moral dan konstitusional agar kenaikan BBM bisa dikaji ulang. Kami DPP PKS Bateng berharap hal ini harus ditanggulangi sebelum efek domino itu muncul, ” tutupnya.

Sementara, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite, pertamax dan solar pada, Sabtu (3/9/2022) pukul 14.00 WIB. (erwin)

 

 

 

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas