BBM Naik, Tarif Angkot di Sungailiat Ikut Terdampak

58953 angkutan umum
Foto: ist

INTRIK.ID, BANGKA – Tarif angkutan kota atau angkot di Sungailiat ikut mengalami kenaikan setelah pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Salah satu sopir angkot trayek Pasar Kite-Parit Padang, Muhammad mengaku terpaksa menaikkan tarifnya sebanyak Rp 2 ribu per orang.

Dengan naiknya harga itu, maka penumpang harus membayar Rp 7 ribu yang mana sebelumnya hanya Rp 5 ribu.

“Terpaksa dinaikan karena sembako juga naik, sedangkan penumpang sekarang sepi, untuk sementara naik jadi 7 ribu,” ungkapnya, Kamis (8/9/2022).

Kenaikan tarif angkot itu memang harus diambil karena untuk menyesuaikan operasional para supir angkot.

“Kalau tidak dinaikkan maka kami akan rugi, terlebih lagi pendapatan kami semakin tipis. Paling banyak itu dapat 50 ribu (sehari-red), sedangkan harga bensin naik jadi kami nombok terus,” terang Muhammad.

Sementara sopir angkutan dari Desa Penyamun, Syamsiar mengaku pasrah dengan kenaikan harga BBM. Ia hanya berharap pemerintah bisa membantu disaat kondisi ekonomi sedang sulit.

“Kita berharap pemerintah bisa memberi solusi terbaik bagi nasib angkot ini, melalui subdisi atau bantuan BLT dan bansos. Karena kalau mengharap penumpang, paham lah,” ucapnya.

Dikatakannya, seharusnya pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya bagi para sopir angkutan umum yang sangat terdampar akibat kebijakan BBM tersebut.

“Kita sudah mendengar ada bantuan subsidi transportasi dari pemerintah sebagai bentuk pengalihan BBM, tapi hingga kini belum ada wujudnya. Yang ada juga sering salah sasaran,” ucapnya.(red)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas