24,5 Persen Masyarakat Bangka Tengah Beri Respon Positif BBM Naik

IMG 20220907 WA0002
Foto: FGD bersama seluruh forkopimda Bangka Tengah di ruang rapat VIP Bupati. (Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Bangka Tengah menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat paska kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Rabu (7/9/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menegaskan, dampak kenaikan BBM ini jangan sampai membuat masyarakat menjadi lebih menderita.

“Jangan biarakan masyarakat susah apalagi sampai tidak makan. Kita jaga semuanya, harga barang pokok dan lainnya. Tolong jangan sampai masyarakat kota menderita,” tegasnya.

Algafry juga mengatakan, semua pihak yang hadir harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban untuk masyarakat serta dapat membantu masyarakat.

“Yang hadir disini tolong jaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ini semua tugas kita. Kita bantu masyarakat, jangan sampai ada yang membuat resah masyarakat dengan kebijakan kenaikan BBM ini,” ungkap Algafry.

Ia juga meminta semua kades untuk bisa menyerap dana desa dengan baik untuk membantu masyarakatnya.

“Dana desa serap tolong untuk kades bisa diserap dengan baik. Gunakan untuk pembangunan desa dan membantu masyarakat dalam polemik ini,” tutur Algafry.

Kapolres Bangka Tengah AKBP. Moch. Risya Mustario, kenaikan BBM ternyata direspon beragam oleh masyarakat Bangka Tengah lewat media sosial.

“Sejak diumumkan kenaikan BBM beberapa hari lalu kami mendapat suara-suara dari masyarakat dan hasil patroli siber media sosial kami dapati 51 persen masyarakat Bangka Tengah merespon negatif, 24,5 persen positif dan netral 24,5 persen,” ucap Risya.

Kapolres juga menyebutkan, pihaknya sudah bergerak dalam membantu masyarakat dalam hal pemberian sembako.

“Kami juga sudah melakukan upaya bersama BAZNAS membagikan 200 paket sembako untuk masyarakat karena jelas kenaikan BBM akan sangat berdampak ke masyarakat khusunya lansia. Kami bergerak untuk meringankan beban masyarakat.” jelas Risya kepada Bupati Bangka Tengah.

“Kami tegaskan sesuai intruksi Kapolri, pihak kepolisian akan mengawal pembelian BBM dan akan menstabilkan keadaan jika memang terindikasi adanya gejolak yang terjadi di masyarakat,” tegas Risya.

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas