Heboh, Hujan Es Terjadi di Bangka Tengah

1006310 720
Foto: ist
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Fenomena alam aneh terjadi di Kabupaten Bangka Tengah. Bagaimana tidak, hujan yang biasanya turun air tapi kali ini berupa bongkahan es sebesar kuku, Sabtu (13/8/2022).
Fenomena hujan es itu pertama kali diunggah oleh Farida Firzy Akbar melalui akun Facebooknya.
Dalam video yang berdurasi 27 detik itu terlihat ada gumpalan es yang jatuh bersama hujan di teras rumah sehingga membuat sang penggugah video ketakutan dan panik.
“Ujan es bestie, takut, mane sendiri dirumah. Ngeri, dunia kek kiamat,” ucapan sangat pengambil video.
Setelah dikonfirmasi, hujan es yang viral tersebut terjadi di Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah pada, Sabtu (13/8/2022) sekira pukul 13.26 WIB.
Hal itu dikonfirmasi oleh Pipi (26) warga Desa Penyak. Ia terkejut tatkala keluar dari dalam rumahnya dan melihat gumpalan es seukuran kuku memenuhi teras rumahnya yang berada di RT. 03, Desa Penyak.
Pipi baru pertama kali menyaksikan secara langsung fenomena hujan es yang sempat membuat dirinya merinding.
Ia menerangkan bahwa peristiwa hujan es tersebut terjadi ketika cuaca di Desa Penyak dan sekitarnya sedang hujan deras disertai angin kencang dan suara petir yang bergemuruh.
Diketahui, sejak pukul 12.30 WIB, cuaca di wilayah Kecamatan Koba dan sekitarnya memang sedang turun hujan yang cukup deras.
Pipi mengatakan, awalnya hujan masih noraml, namun sangat deras disertai suara petir dan hembusan angin yang sangat kencang dari arah daratan menuju arah laut.
Kala itu, dia sedang berada dirumahnya bersama dengan suami dan kedua anaknya yang masih kecil.
“Hujannya gede banget, jadi suami sama anak saya yang satunya tidur. Tapi waktu itu saya enggak tidur dan lagi nemenin anak saya yang satunya main di dalam rumah,” kata Pipi saat dihubungi intrik.id.
Dirinya pun heran lantaran mendengar suara atap rumahnya ada suara gemerincing yang sangat berisik.
Sontak dirinya pun segera keluar rumah dan terkejut seketika menyaksikan butiran-butiran es yang sudah memenuhi teras rumahnya.
“Rumah saya kan atapnya dari baja ringan, jadi kedengaran jelas suara berisiknya,” ujarnya.
Menurutnya, peristiwa hujan es tersebut tidak berlangsung lama dan bahkan tidak banyak diketahui oleh warga sekitar.
“Hujannya kan gede banget, terus angin kencang dan petir juga. Jadi kebanyakan warga itu sedang tidur,” jelasnya.
Lanjut dia, hujan es tersebut hanya berlangsung sekitar 15 menit saja dan kemungkinan tidak terjadi secara merata di Desa Penyak.
“Dari habis Zuhur tadi memang udah hujan, tapi mulai hujan es-nya itu sekitar 13.30 WIB. Setelah itu udah hujan biasa,” ungkapnya.
Pipipun sempat menghubungi rekan satu desanya untuk menanyakan hal tersebut. Dan benar saja, ada beberapa titik yang terkena hujan es dan ada juga yang tidak.
“Saya nanya temen saya yang tinggal di RT. 05 juga katanya memang ada hujan es. Tapi yang rumahnya di ujung kampung dekat perbatasan dengan Desa Terentang III katanya enggak ada (hujan es-red). Mungkin enggak tau karena memang kejadiannya cuma sebentar,” tuturnya.
Terlepas dari itu, Pipi mengaku sangat bersyukur lantaran peristiwa hujan es tersebut tidak sampai membuat rumah warga menjadi rusak.
“Alhamdulillah setau saya enggak ada yang  rusak. Cuma memang tadi agak ngeri aja, makanya tadi sempat saya video dan posting di Facebook juga,” imbuhnya.
Dikutip dari laman BMKG Indonesia, hujan Es disertai angin puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan, dan pertumbuhannya secara vertikal dengan luasan area horizontal nya sekitar 35 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3-5 menit Jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat lokal dan tidak merata.(Erwin)