Geger, Ayah dan Anak Ditemukan Tak Bernyawa di Desa Munggu

IMG 20220808 WA0030

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Warga Desa Munggu, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah dihebohkan dengan penemuan dua mayat, Senin (8/8/2022).

Diketahui, korban bernama Ujang (38) ini ditemukan tak bernyawa dan menggantung di seutas tali di dapur rumahnya.

Sedangkan anaknya M (3) ditemukan sudah tidak bernyawa oleh ibu kandungnya sendiri di sebuah ayunan di ruang tengah.

Kapolsek Sungaiselan, Iptu Hafiz Febrandani mengatakan bahwa kematian Ujang disebabkan oleh peristiwa gantung diri ketika di rumahnya sedang sepi.

“Dari keterangan warga sekitar, memang ini adalah peristiwa bunuh diri, karena waktu kami datang ke TKP pun memang ada seutas tali yang menggantung di dapur rumah korban,” ucap Iptu Hafiz.

Dia menjelaskan, ketika pihaknya sampai ke TKP, posisi korban dan anak bungsunya itu sudah dievakuasi oleh warga sekitar.

Hafiz mengungkapkan, sehari-harinya korban yang merupakan buruh harian lepas tersebut tinggal bersama dengan istri dan ketiga orang anaknya.

Namun saat peristiwa itu terjadi, istri korban bersama anak keduanya yang masih SD pergi ke rumah kakeknya yang ada di Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Barat.

Sedangkan, anak pertamanya sedang sekolah sehingga yang ada di rumah saat itu adalah Ujang dan anak bungsunya.

Dari informasi yang dihimpun intrik.id, diketahui bahwa anak bungsu Ujang tersebut dalam keadaan sakit dan telah menjalani berbagi pengobatan, bahkan hingga ke luar Pulau Bangka dan tidak kunjung sembuh.

“Kami duga, korban ini menghabisi nyawa anaknya terlebih dahulu dan kemudian bunuh diri. Mungkin sudah putus asa karena anaknya enggak sembuh-sembuh dan sudah habis uang banyak untuk berobat,” jelas Iptu Hafiz.

Keterangan tersebut diperkuat dari hasil visum luar. dr Suroto selaku dokter forensik yang menangani kedua jenazah tersebut mengungkapkan bahwa kedua korban meninggal karena asfiksia.

“Kalau jenazah ayahnya memang jelas ada bekas jeratan tali dileher. Sedangkan anaknya ada bekas kemerahan pada bagian muka, terutama disekitar hidung dan mulut. Kemungkinan dibekap sehingga tidak bisa bernafas,” ungkap Suroto. (erwin)