Dapat KLA Nindya, 3 Kasus Kekerasan Anak di Bangka Tengah Tiap Bulan

IMG 20220811 WA0021

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kekerasan anak di Bangka Tengah bisa mencapai 2 hingga 3 kasus dalam sebulan meskipun saat ini sudah mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya.

“Untuk kasus anak biasanya pelimpahan yang kita urus bisa 2 sampai 3 kasus dalam 1 bulan,” Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Syamsuardi.

Selain Syamsuardi, Wakil Ketua Pengadilan Negri Koba, Derit juga mengatakan, penyidangan masalah anak hingga kini sudah sampai 10 kasus.

“Ya setahu saya, selama saya disini dari maret, sudah 10 kasus sidang tentang kasus anak, ” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Dede Lina Lindawati menjelaskan, penilaian KLA bukan hanya sebatas ada tidaknya kasus kekerasan terhadap anak, namun semua indikator dipertimbangkan dalam pemenuhan anak dan juga perlindungan anak didalam komitmen pemerintah daerah.

“Kita itu masih belum paham tentang KLA ini. Indikator penilaian ada 24 yang terbagi dari subsektornya masing-masing dan dibagi menjadi 100 poin. Memang itu salah satu indikator, namun indikator yang lain juga ada, gak bisa dipisah-pisahkan. Yang dinilai itu adalah komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak ana dan melindungi anak, ” tegasnya saat ditanya pihak intrik.id dikantornya, Kamis (11/8/2022).

Ia juga mengungkapkan, dengan adanya KLA ini membuat masyarakat lebih aktif dalam mengungkap kasus terhadap anak agar lebih bisa menjaga anak dari kekerasan.

“Adanya KLA bukan cuma penilaian aja, tapi menggeser pemikiran masyarakat tentang bagaimana memenuhi hak anak dan melindunginya. Dengan adanya ini masyarakat lebih berani untuk mengungkapkan kasus kekerasan anak. Itu yang terpenting,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, penilaian ini bukan hanya sekedar penilaian saja, namun semua elemen masyarakat bekerja sama dalam memberikan yang terbaik agar tercipta KLA di Bangka Tengah.

“Kita punya Gugus Anak yang dimana isinya, Bupati, Ketua DPRD, Polres, Kejari, Pengadilan, Kepala OPD sampai ke Desa termasuk media yang punya pemberitaan ramah anak. Jadi, kita bukan cuma fokus terhadap kasus anak, namun komitmen bersama dalam memenuhi hak anak dan melindungi anak di Bangka Tengah agar tercipta Kabupaten Layak Anak. Makanya salam Berlian, Bersama Lindungi Anak,” tutupnya. (erwin)