Dana Bantuan Bencana di Bangka Tengah Sudah Habis

WhatsApp Image 2022 08 08 at 15.57.43
Foto: Saipul Anwar Kabid Pelayanan dan Jaminan Sosial Dinsos PMD Bateng.(Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (Dinsos PMD) menganggarkan dana darurat bencana Rp 70 juta untuk membantu masyarakat jika terjadi bencana. Dana tersebut bukanlah berbentuk uang, melainkan bahan material untuk membangun rumah atau lainnya yang mengalami bencana alam atau bencana kebakaran.

Hal ini disampaikan Saipul Anwar Kabid Pelayanan dan Jaminan Sosial Dinsos PMD dikantornya, Senin (8/8/2022).

Saipul mengatakan, mekanisme pengajuan bantuan sebenarnya dihitung setiap KK (Kepala Keluarga) yang dibantu diberi nilai Rp 10 juta, namun dalam realisasi di lapangan tetap dibawah nominal itu.

“Sebenarnya 70 juta ini untuk 10 KK. Tapi kadang yang ngajuin bantuan ini kadang gak sampai 10 juta. Jadi kita bisa berbagi untuk yang lainnya. Makanya kelihatan banyak. Data terakhir kita bantu yang ada di Ardal (Arung Dalam-red) sama Guntung. Total penyaluran kita sudah ke 32 KK dan dananya sudah habis termasuk yang kemarin kebakaran rumah,” jelasnya kepada intrik.id.

Ia juga mengungkapkan, masih ada dana yang sedang proses pencairan, yakni untuk kelurahan Arung Dalam dan Desa Guntung.

“Dana kita untuk bantuan bencana sudah habis. Ini masih nunggu proses pencairan untuk yang Ardal dan Guntung karena sistem kita memang biasanya hutang ke toko bangunan dulu atau ditalangi dulu. Biasanya gitu,” ungkapnya.

“Kalau yang bencana besar kita biasanya memakai Belanja Tidak Terduga (BTT) di DPPKAD ada. Jadi kalau kasus yang di Kebintik dan Batu Belubang. Jadi dana darurat bantuan kita kemarin bisa dialihkan,” lanjutnya.

Ia juga menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk menganggarkan dana darurat bencana, berjaga-jaga jika terjadi bencana Dana Desa sudah bisa mengcover terlebih dahulu secara mandiri.

“Kita sudah koordinasi dengan semua desa untuk anggarkan dana darurat bencana. Kita juga prioritaskan untuk desa yang rawan terjadi bencana. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi jika memang terjadi hal tersebut dan desa dapat mengcover masyarakatnya secara mandiri,” tuturnya.

Ia menegaskan, Dinsos PMD akan membantu sebisa mungkin dalam membantu masyarakat.

“Kami akan bantu sebisa mungkin. Walau kami tak bisa bantu sepenuhnya kami pasti bantu untuk mengurangi beban masyarakat. Kami juga terbatas didana, namun kami selalu berusaha untuk masyarakat. Jangan sampai ada masyarakay yang butuh bantuan tidak terbantu apapun,” tegasnya.

Saipil juga berharap tidak ada lagi bencana yang akan menimpa Bangka Tengah, namun tetap waspada akan terjadinya bencana.

“Ya kita cuma bisa berharap biar gak ada bencana. Kalau gak ada bencana ya bersyukur tetapi tetap waspada. Kalau gak ada bencana yah tinggal kembalikan dana ke kas,” tutupnya.(Erwin)