Bangka Tengah Dapat Apresiasi dari BI

IMG 20220824 WA0016
Foto: Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Budi bersama Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman (kanan). (Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mendapat arahan dari Bank Indonesia (BI)untuk mengendalikan inflasi pangan serta pengenalan uang baru.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja bupati bangka tengah itu langsung dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Widihartanto, Rabu (24/8/2022).

“Jadi BI audiensi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID-Red) memberikan arahan terkait pengendalian inflasi serta pengenalan uang baru tahun 2022 ini,” jelas Algafry kepada intrik.id.

Ia menuturkan, Bangka Tengah mendapat apresiasi dari BI atas penambahan pasokan bawang merah yang disumbang dari Sungaiselan.

“Kami juga mendapat apresiasi atas pengendalian inflasi pangan karena akan ada panen raya bawang merah di Sungaiselan dan berharap bisa jadi deflasi,” tuturnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budi Widihartanto ada dua hal penting yang disampaikan ke bupati bangka tengah.

“Ada dua hal di kunjungan ini yakni Penyerahan Token of apresiasion uang kertas baru tahun 2022 karena harus diserahkan ke pimpinan daerah untuk memegang uang baru yang pertama sebab juga ada nomor seri cantik untuk uang baru tahun 2022,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, BI bersama TPID akan melaunching gerakan pengenadalian inflasi guna mengurangi inflasi.

“Rencana Launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Bangka Belitung yang melibatkan Kabupaten/Kota. Hal ini dilakukan karena perintah langsung presiden tentang 10 daerah dengan inflasi tertinggi berupaya mengatasi inflasi termasuk Bangka Belitung,” ungkap Budi.

Diketahui, inflasi di Bangka Belitung termasuk daerah terbesar ketiga di Indonesia.

Ia menjelaskan, inflasi pangan terbesar disumbang dari bawang merah dan cabai merah.

“Inflasi pangan terbesar saat ini diketahui dari bawang merah dan cabai merah. Jadi memang kita perlu memiliki kebijakan khusus untuk ini,” jelasnya.

“Untuk Bangka Tengah ini luar biasa karena penyumbang pasokan bawang merah dan cabai merah nantinya di Koba yang diharapkan bisa menjadi Deflasi,” lanjutnya.

Ia berharap semua pemegang kepentingan dan semua lapisan bisa bekerja sama dalam pengendalian inflasi ini.

“Harapannya, inflasi pangan ini dapat berkurang signifikan. Ditambah lagi memang Bank Indonesia ini pemegang kebijakan untuk mengurangj inflasi. Tapi semua stakeholder dan kalangan bekerja bersama dalam mengurangi inflasi ini,” tutupnya.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas