2026, Pemkab Bateng Inginkan Setiap Kecamatan Miliki Pakan Rakyat

IMG 20220822 WA0012
Foto: Hasil produksi pabrik pakan ikan Bangka Tengah. (Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah ciptakan inovasi Pabrik Pakan Ikan Skala Rakyat (Pakan Rakyat), Sabtu (20/8/2022).

Pabrik tersebut mampu memproduksi pakan perikanan budidaya dengan separuh dari harga pakan komersil di pasaran.

Bupati Bateng, Algafry Rahman mengatakan bidang perikanan budidaya merupakan salah satu potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan hampir 60 hingga 80 persen biaya perikanan habis untuk pakan. Bahkan 80 persen bahan baku pakan ikan komersial berasal dari luar negeri sehingga menyebabkan harga ikan yang tersedia relatif tinggi.

“Harga pakan komersil itu 13 ribu per kilogram, sedangkan pakan rakyat hanya 6.500 sampai 7.000 per kilogram,” kata Algafry.

“Pakan rakyat telah terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19 dimana jumlah produksi dan kelompok pembudidaya semakin meningkat,” tambahnya.

Ia mengatakan program Pakan Rakyat saat ini sudah berkembang sangat baik di Kecamatan Simpangkatis dan sedang dirintis di Kecamatan Sungaiselan.

Ia juga berharap pada 2026 nanti setiap kecamatan di Kabupaten Bateng sudah memiliki Pakan Rakyat.

“Pakan Rakyat ini tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan pakan di wilayah Kabupaten Bateng, tetapi untuk seluruh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Algafry.

Kepala Dinas Perikanan Bateng, Taufik Syukur mengatakan inovasi Pakan Rakyat bertujuan untuk meningkatkan jumlah produktivitas dan kualitas pakan ikan mandiri, berbiaya murah, memenuhi syarat kecukupan nutrisi ikan, dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dari hasil pakan ikan mandiri ini, pembudidaya ikan dipersilakan mengambil pakan ikan terlebih dahulu dan baru membayarnya setelah panen, tujuannya untuk meringankan biaya produksi,” kata Taufik.

Ia mengungkapkan bahwa kedepannya pengelolaan pabrik Pakan Rakyat mengarah pada pemenuhan skema sertifikasi Indonesian Good Agricultural Practices (indoGAP) cara pembuatan pakan ikan yang baik (CPPIB).

“Dan tentunya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi, keberlanjutan usaha dan meningkatnya jumlah produksi dan pendapatan masyarakat, juga nilai tukar pembudidaya ikan,” kata Taufik.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas