Tak Lulus SD, Honorer ini Antusias Bisa Sekolah Lagi

IMG 20220707 WA0001
Foto: Mariani.(Erwin/intrik.id)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Koba melaunching Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) di rumah ex DPRD di Bypas Koba, Kamis (7/7/2022).

Dalam kesempatan itu, terlihat seorang ibu-ibu memakai seragam honorer yang juga ikut dalam launching acara tersebut dengan sangat antusias.

Sosok tersebut bernama Mariani (46) honorer Pemda Bateng yang telah mengabdi selama 11 tahun sebagai penjaga dan pembersih gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bateng.

Ia menuturkan, dirinya sangat senang bisa kembali bersekolah lantaran dulu pernah terhenti karena tidak punya biaya.

“Saya senang sekali bisa sekolah lagi dan gratis sembari bisa bekerja. Saya ngambil paket A karena memang tidak lulus SD. Saya dulu sekolah hanya sampai kelas 5 SD saja karena ingin bekerja dan mencari uang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dirinya sangat antusias dengan program seperti ini dan akan terus melanjutkan hingga mendapatkan ijasah paket C.

“Saya sangat antusias. Belum ada jadwal untuk belajar, tapi saya sudah tidak sabar. Saya akan lanjut dari paket A hingga paket C agar saya juga selalu mendapat ilmu baru,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, dirinya disuruh oleh dinasnya untuk kembali bersekolah lantaran adanya isu penghapusan honorer.

“Ini juga sebenarnya disuruh dari dinas saya untuk lanjut karena ada isu penghapusan honorer dan untuk ikut P3K. Saya juga khawatir sebenarnya tentang itu. Tapi biarlah, tugas saya sekarang adalah belajar agar nanti bisa ikut P3K juga mana tahu memang harus butuh ijasah SMA sederajat atau ada pengangkatan untuk kami semua honorer yang audah lama mengabdi untuk Bangka Tengah ini,” harapnya.

Mariani juga berpesan untuk semua anak-anak di Bangka Tengah agar tetap terus rajin belajar agar bisa mengangkat harkat dan martabat orangtua

“Kami yang tua-tua saja mau belajar, jadi anak-anak Bangka Tengah juga harus semangat belajar agar bisa mengangkat harkat dan martabat orangtua,” imbaunya.(Erwin)