Sering Memakan Korban, Penunggu Jalan Pal 4 Anjing Sebesar Sapi dan Bermata Merah

IMG 20220705 WA0000 1
Foto: Kondisi jalan di Pal 4 Kurau beberapa hari setelah kecelakaan antara Kawasaki KLX dengan Yamaha R15.(Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Ruas jalan Dusun Pal 4 Kurau selalu menjadi daerah rawan kecelakaan yang memakan korban. Bagaimana tidak, tercatat sudah ada 4 kejadian kecelakaan yang selalu memakan korban. Mulai dari kecelakaan mobil hingga tabrakan sesama motor yang menewaskan pengendaranya pada Minggu (3/7/2022).

Suparman atau biasa disapa Mang Kian (62) tokoh masyarakat yang dituakan di dusun Pal 4 mengungkapkan keresahannya atas kejadian kecelakaan yang ada disekitar tempat itu.

“Kecelakaan di ruas jalan itu sudah sangat sering. Dari pertama awal saya tinggal disini sekitar 1988 hingga sekarang. Ngeri rasanya, apalagi selalu ada korban jiwa. Kalau ada kecelakaan saya juga gak berani ke sana karena takut darah,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Pal 4, Selasa (5/7/2022).

Ia menjelaskan, kecelakaan sering terjadi lantaran banyak pengendara yang sering lalai peraturan saat berkendara.

“Marka jalan ada, jalanan mulus dan lurus. Dari pertama saya tinggal, tapi masih banyak kecelakaan karena memang banyak yang masih ngebut di ruas jalan ini. Bukan hanya orang lain, kita saja masih sering ngebut,” ucapnya.

“Walau banyak kecelakaan disini, tapi tidak pernah kecelakaan di pemukimannya. Selalu diluar daerah pemukiman warga dan saya berharap tidak akan pernah,” tambahnya.

Ia juga menceritakan, adanya kisah rakyat yang tersebar karena seringnya kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut.

“Kalau kisah orang tua dulu, jalan itu ada penunggunya. Perawakan sebesar sapi tapi mirip anjing serta matanya merah menyala berbulu hitam. Nah ada beberapa orang yang pernah lihat kata teman saya Amir. Dan katanya kalau yang kecelakaan pasti ada lihat itu. Jadi, mungkin saja itu pertanda untuk kita,” jelasnya.

Mang Kian berpesan untuk seluruh masyarakat yang lewat ruas jalan Pal 4, Kurau atau berkendara di manapun untuk selalu ingat kepada tuhannya dan berdoa.

“Saya menghimbau semua warga yang lewat jalan ini atau berkendara selalu berdoa pada tuhan, fokus dan jangan melamun. Kalau sudah ada tanda-tanda tidak mengenakan lebih baik berhenti atau memelankan kendaraan sembari beristigfar,” pesannya.

Ditempat yang sama, Amir (72) nelayan yang tinggal di Kurau Barat membenarkan kisah yang diceritakan Mang Kian. Ia menggambarkan sosok penunggu tersebut mirip anjing yang memiliki ukuran seperti sapi serta mata merah yang mencolok dan bersinar.

“Memang ada penunggunya. Saya lihat sendiri anjing sebesar sapi. Matanya merah menyala, kepalanya kayak anjing, namun besar badannya kayak sapi dan berwarna hitam,” ujar Amir, yang juga teman dari mang Kian.

Ia juga menceritakan, sering mencium bau busuk saat pulang tengah malam dari rumah Mang Kian di Pal 4 ke Kurau.

“Kalau saya dari sini pulangnya selalu diatas jam 12. Terus kalau lewat sana sering saya cium bau busuk tengah malam. Nah itu tanda untuk kita jangan ngebut, jangan sembarangan jalan,” ujarnya.(Erwin)