Satlantas Bangka Tengah Catat 15 Orang Meninggal Dunia Hingga Juni 2022

IMG 20220705 WA0001
Foto: Kanit Gakkum Satlantas Polres Bateng, Bripka Hadi.(Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polisi Resort Bangka Tengah (Polres Bateng) mencatat 18 korban jiwa yang meninggal dunia akibat laka lantas di Kabupaten Bangka Tengah hingga Juli 2022, Selasa (6/7/2022).

Kanit Penegak Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bateng, Bripka Hadi Wijaya mengatakana total laporan peristiwa laka lantas yang telah direkap adalah sebanyak 18 kasus. Jumlah laporan tersebut belum termasuk dua peristiwa laka lantas yang terjadi pada Jumat (1/7/2022) dan Minggu (3/7/2022) tadi malam.

“Jadi total ada 20 kasus laka lantas yang terdata di kami. Sedangkan untuk jumlah korban jiwa ada 15 orang, ditambah satu orang korban jiwa pada kecelakaan di Desa Guntung Jumat lalu dan dua korban jiwa pada kecelakaan di Dusun Pal Empat, Desa Penyak tadi malam,” ucap Hadi.

Berdasarkan data yang ada, Hadi mengungkapkan bahwa sebagian besar peristiwa laka lantas tersebut terjadi di ruas Jalan Namang-Koba berikut dengan jumlah korban jiwanya.

Dia menilai, ruas Jalan Namang-Koba tersebut memang bisa dikatakan sebagai ‘jalur maut’. Terbukti dengan banyaknya para pengendara yang tewas karena mengalami kecelakaan di sana.

“Dibanding dengan ruas jalan yang lain, ruas jalan Namang-Koba memang lebih sering terjadi peristiwa laka lantas,” ungkapnya.

Padahal rambu-rambu lalu lintas di kawasan tersebut terbilang cukup lengkap dan tersebar di banyak titik, termasuk rambu keterangan batas kecepatan maksimal ataupun rambu-rambu peringatan lainnya.

Lanjut dia, ruas jalan tersebut dikatakan sebagai ‘jalur maut’ karena kondisi jalannya yang mulus dan lurus bahkan tergolong tidak ada hambatan.

Memang sedikit aneh, tapi kondisi jalan seperti itulah yang kemudian membuat para pengendara kerap mengebut dan mengantuk saat menyetir.

Terbukti, dari data yang dihimpun pihaknya, mayoritas kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut diakibatkan karena human error seperti kelelahan dan mengantuk sehingga fokus berkendara menjadi hilang.

Maka dari itu, dirinya menyarankan para pengendara agar jangan ragu berhenti terlebih dahulu apabila rasa kantuk mulai muncul.

“Berhenti saja sebentar sekitar 3-5 menit, regangkan tubuh atau basuh muka biar kantuknya hilang,” himbau Hadi.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas