Peternak Bebek Arung Dalam Dapat Mesin Pencacah Pakan Dari Dosen Teknik Mesin UBB

Avatar of INTRIK.ID
20220716 114354
Foto: Peternak bebek Arung Dalam saat menerima mesin pencacah pakan ternak dari dosen UBB.(ist)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung atau UBB menyerahkan bantuan mesin pencacah pakan bebek kepada mitra ternak Kelurahan Arung Dalam, Koba, Jumat (15/7/2022).

Kegiatan yang diketuai Saparin bersama tiga anggotanya yakni Eka Sari Wijianti, Yudi Setiawan dan Budi Santoso Wiobowo itu merupakan pengabdian dosen jurusan teknik mesin UBB dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga merupakan program lanjutan yang dilakukan oleh dosen UBB setiap tahunnya dengan memanfaatkan dana hibah dari pihak universitas.

Ketua Tim Pengabdian Dosen, Saparin mengatakan bahwa mitra ternak di Kelurahan Arung Dalam berhak menerima bantuan mesin pencacah pakan ini karena usaha ternaknya sudah termasuk skala menengah keatas dengan jenis ternak yang beragam.

“Saya berharap dengan adanya bantuan ini kendala peternak yang kesulitan mengatur biaya pakan bisa lebih efisien dan efektif. Kemudian saya juga berharap usahanya bisa menghasilkan produksi yang lebih tinggi dengan biaya produksi yang tentunya lebih hemat mengingat ini adalah usaha utama mereka dan bukan pekerjaan sampingan,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan oleh pihak universitas sehingga bisa mensukseskan usaha mitra ternak.

“Saya juga berharap bantuan yang diberikan nantinya semakin meningkat sehingga memudahkan dalam menyediakan beberapa mesin untuk proses produksi ternak,” tutur Saparin.

Sari Wijanti selaku anggota tim menambahkan bahwa pengabdian masyarakat ini ditunjukan untuk pemulihan ekonomi mitra setelah era pandemi.

“Saya berharap ditengah tingginya inflasi saat ini bisa menguntungkan mitra ternak ini dalam menekankan biaya pakan bebek dan ternak lainnya lalu bisa menghasilkan keuntungan lebih tinggi untuk penjualan daging maupun telur ternak untuk konsumsi,” tutur Sari.

Sementara itu, Yupi Ramadhani selaku ketua mitra ternak mengucapkan terima kasih kepada dosen UBB atas bantuan mesin pencacah pakan bebek yang diberikan kepada pihaknya.

“Saya yakin dengan adanya mesin ini saya dan mitra lainnya tidak perlu lagi beli pakan ternak tetapi bisa produksi sendiri dengan mencampurkan bahan pakannya. Untuk kedepannya saya juga berharap UBB masih tetap melanjutkan program ini dan membantu kami dalam penyediaan mesin pemotongan daging, misalnya bantuan mesin untuk mencabut bulu ternak secara otomatis atau bantuan bibit dan kandang yang lebih besar sehingga sangat memudahkan usaha kai ini,” ungkap Yupi.

Kegiatan tersebut di tutup dengan serah terima mesin pencacah pakan bebek dari dosen Universitas Bangka Belitung kepada mitra ternak.(*/red)