Penyelam TI Perairan Matras Tewas , Ketua ASTRADA Bangka : Siapa Bertanggung Jawab atas Insiden ini ??

IMG 20220722 WA0000
Caption : Tim saat Evakuasi penyelam TI di perairan laut Matras

BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Sedih seorang penyelam Tambang Inkonvensional ( TI ) tewas saat melakukan aktivitas di perairan laut Matras, Kelurahan Matras. Diketahui korban bernama Baron ( 40 ) warga Lingkungan Nangnung Tengah, Kelurahan Sungailiat. Diduga korban tewas lantaran terkena Profeler salah satu Kapal Isap Produksi ( KIP ).

Menyikapi insiden tersebut, Ketua Asosiasi Tambang Rakyat Daerah ( ASTRADA ) Kabupaten Bangka Ratno Daeng Mappiwali mengatakan siapa bertanggung jawab atas peristiwa itu ?, Kamis ( 21/7/2022) malam’.

“Siapa bertanggung jawab atas insiden tersebut? Setahu saya penambang menggunakan alat selam di matras masuk DU. 1555. Mereka telah di akomodir program pengamanan aset dari PT timah sebagai pemilik IUP. Serta telah menunjuk salah satu CV jadi mitra melakukan pengangkut biji timah dari penambang rakyat. pertanyaan apakah CV tersebut bertanggung jawab atas insiden tersebut,” kata Ratno

Ratno juga meminta kepada PT. Timah agar mengkaji ulang program Pengamanan aset.

” Kepada pt timah agar mengkaji ulang program pam aset ini dan mencabut surat perjanjian kepada CV mendapatkan SP, pengangkutan biji timah di air kantung karena telah membuat gaduh. Bukan hanya persoalan Perairan Matras saja,” pungkasnya.

Akibat program Pengamanan Aset bukan hanya di Matras muncul masalah, sejumlah penambang dimuara Nelayan 2 terjadi gejolak.

“Ada dua kejadian terkait pengamanan aset, pertama penyelam meninggal dunia kedua diperairan muara nelayan dua soal harga timah. Sehingga membuat penambang protes rencana CV akan membayar biji timah masuk kategori Sisa Hasil Produksi ( SHP ) tidak sesuai di harapkan penambang,” tutup Ratno.