Miliki Populasi Sapi Terbanyak, Bangka Tengah Bersiap Swasembada Sapi

IMG 20220706 WA0000
Foto: Asisten III Pemkab Bangka Tengah, Syarifullah Nizam.(Erwin/intrik.id)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Populasi sapi di Kabupaten Bangka Tengah merupakan yang terbanyak di Bangka Belitung saat ini.

Asisten III bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bangka Tengah, Akhmad Syarifullah Nizam bahkan mengatakan bahwa negeri Selawang Segantang berpotensi untuk swasembada daging sapi.

Saat ditemui pihak intrik.id, Nizam menjelaskan sejak 2017 sudah merencanakan Bangka Tengah untuk menjadi kabupaten swasembada daging sapi dimana sudah diupayakan sejak 2006 lalu.

“Proses persiapan sudah kita laksanakan, yang mana Pemkab Bateng terus menambah populasi ternak dengan pengadaan-pengadaan, disamping ada bantuan hibah dari pemerintah pusat ke pesantren-pesantren serta kelompok petani/peternak sapi, sehingga kita yakin dengan terus menambah populasi ini, Bateng akan mencampai swasembada daging sapi,” ujarnya, Rabu (6/7/2022).

Ia menambahkan sektor pertanian di Kabupaten Bangka Tengah terutama subsektor peternakan dimulai dengan pengadaan 600 ekor sapi pada tahun 2010. Selanjutnya hingga saat ini di Bangka Tengah terus berkembang dengan semakin meningkatnya populasi sapi menjadi 6.330 ekor hingga saat ini.

“Peningkatan populasi ini menjadikan Bangka Tengah sebagai Kabupaten dengan jumlah populasi sapi terbanyak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hal ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi kita semua,” tuturnya.

Menurut Nizam, prestasi tersebut tentu saja menjadikan Bangka Tengah semangat untuk meningkatkan populasi sapi, didukung dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk memelihara sapi.

“Parameter ini ditandai dengan semakin bertambahnya daftar tunggu anggota di kelompok tani, insyaallah dengan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam usaha peningkatan populasi ternak, termasuk upaya menjaga kesehatan ternak pada masa wabah PMK menjadikan keberadaan ternak di Bateng sehat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” tuturnya.

Kata Nizam, data yang ada sampai dengan Mei 2022, jumlah sapi yang terinfeksi PMK di Kepulauan Bangka Belitung berada pada posisi 2 teratas secara nasional dan Bangka Tengah berada pada posisi teratas dengan jumlah 793 ternak yang terinfeksi.

“Hal ini tidak bisa dianggap remeh, dalam menyikapi permasalahan ini harus kita lakukan upaya nyata guna menekan penyebaran PMK ini dan salah satunya melalui berbagai kegiatan pelatihan,” imbuhnya.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas