Menunggu Nasib Perkebunan Sawit ? Kadis Pertanian Bangka : Tunggu Hasil Rakor AKPSI

IMG 20220707 WA0000
Caption : Suasana Rakor AKPSI dan Perusahaan Kelapa Sawit, Grand Sahid Hotel Jakarta

JAKARTA. INTRIK.ID – Sempat mencapai harga tertinggi Tandan Buah Sawit (TBS ) cukup mendongkrak perekonomian rakyat , khususnya petani sawit. Akan tetapi harga tersebut tidak bertahan lama, lantaran kebijakan larangan ekspor Minyak Sawit dikeluarkan pemerintah.

Anjloknya harga TBS masih berlanjut hingga sekarang,bagaimana kelanjutan perkebunan sawit ? Asosiasi Kabupaten Penghasilan Sawit Indonesia ( AKPSI ) membahas hal tersebut dalam Rapat Kordinasi ( Rakor ) AKPSI dan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, Kamis ( 7/7/2022) bertempat di Hotel Grand Sahid Jakarta.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Syarly Nopriansyah saat dikonfirmasi INTRIK. ID saat menghadiri Rakor AKPSI mengatakan, Banyak yang dibahas saol perkebunan sawit.

“Kita dari Kabupaten Bangka terus berupaya, mencari solusi bagaimana mengatasi problem perkebunan sawit baik perusahaan maupun sawit rakyat. Salah satu kita bersuara dalam Rakor AKPSI ini,” kata Syarly.

Banyak persolan akan dibahas kata Syarly, bukan hanya soal harga, beberapa persoalan lainnya ikut dibahas.

“Ikut rakor 160 Kabupaten penghasil sawit seluruh Indonesia, tidak hanya membahas soal harga sawit. Banyak akan kita bahas diantaranya, penyatuan data perkebunan sawit nasional, dana bagi hasil daerah penghasil sawit termasuk CSR,” jelasnya.

Ditanya bagaimana nasib perkebunan sawit kedepan?

“Tunggu bagaimana hasil rakor AKPSI dan perusahaan kelapa sawit,” tutup Syarly.