Ketua Astrada Bangka : Insiden Matras Penyelenggara Harus Tanggung Jawab, Ditemukan Pelanggaran Hukum Kami Buat Laporan

IMG 20220725 WA0000
Caption : Ketua ASTRADA Kabupaten Bangka , Ratno Daeng Mappiwali

BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Pasca tragedi kecelakaan tambang perairan laut Matras, Kelurahan Matras, Kamis ( 21/7/2022) lalu. Dimana insiden yang merenggut nyawa satu orang penyelam Tambang Inkonvensional ( TI ) itu menyita perhatian publik.

Pendapat dan pandangan publik terhadap kejadian itu bermunculan, mulai dari program pengamanan aset, Pokja hingga perusahaan menaungi aktivitas TI jenis selam dimaksud.

Menyikapi hal tersebut Asosiasi Tambang Rakyat Daerah ( Astrada ) Kabupaten Bangka melalui Ketuanya Ratno Daeng Mappiwali mengatakan, Kelompok Kerja ( Pokja ) dan Perusahaan menaungi program pengamanan aset harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Kita dari Astrada Bangka turut perihatin atas tragedi meninggalnya penyelam TI diperairan laut Matras. astrada lahir dari rahim para penambang rakyat, kami tak ingin tambang rakyat menjadi bulan – bulanan menghadapi persoalan ini. kami minta Pokja diduga sebagai penyelenggara aktivitas TI Selam di DU 155 Matras, serta perusahaan menaungi program pengamanan aset harus bertanggung jawab atas insiden ini,” kata Ratno, Minggu ( 24/7/2022) malam.

Menurut Ratno para penambang TI selam sudah menuruti kewajiban dibuat penyelenggara.

IMG 20220725 WA0000
Caption : Ketua ASTRADA Kabupaten Bangka , Ratno Daeng Mappiwali

IMG 20220722 WA0000 1

“Dari pemberitaan dan informasi kita dapatkan Pokja sudah mendata para pemilik TI selam dan membuat aturan dimana aturan serta kewajiban sudah dipenuhi pelaku usaha TI selam. Jangan penambang menjadi korban paling didepan , bagaimana pun Pokja & perusahaan yang notabene memiliki SP penyelamatan aset program SHP, Mereka tidak boleh lepas tangan harus tanggung jawab moral & hukum,” tegas Ratno.

Upaya untuk membela tambang rakyat dilontarkan pentolan Astrada Bangka itu, jika ditemukan pelanggaran hukum pihaknya akan buat laporan.

“Penyelenggara sudah mendata, mengambil sejumlah kompensasi dari Pelaku usaha TI selam, wajar dong mereka harus bertanggung jawab. Untuk itu dalam rangka membela tambang rakyat, Astrada Bangka dalam waktu dekat akan mengumpulkan data. Setelah itu konsultasi dengan bidang hukum , jika ditemukan pelanggaran hukum kami akan buat laporan resmi,” tutup Ratno.

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas