Ini Penyebab Tingginya Angka Putus Sekolah di Bangka Tengah, Mulai dari Broken Home hingga Ekonomi

IMG 20220714 WA0001
Foto: Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Iskandar.(Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA — Angka putus sekolah di Kabupaten Bangka Tengah hingga saat ini mencapai lebih dari 65 ribu orang, Kamis (14/7/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Iskandar mengatakan ada beberapa hal yang menjadikan anak putus sekolah.

“Berdasarkan hasil survey dan kondisi di lapangan, ada empat hal yang menjadikan anak putus sekolah, yakni karena finansial atau kondisi perekonomian, broken home, keinginan pribadi dan sudah bekerja,” ungkapnya.

Ia mengatakan faktor yang paling banyak ditemui pihaknya dilapangan karena keinginan pribadi.

“Dari keempat alasan tersebut, kami menemukan bahwa alasan yang paling banyak adalah karena keinginan pribadi. Sedangkan untuk masalah finansial sebenarnya cenderung sangat sedikit,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan untuk alasan broken home dan karena pekerjaan juga sebenarnya tidak terlalu banyak.

“Yang terbanyak ini sebenarnya adalah karena keinginan pribadi karena kehilangan motivasi belajar dan kemauan untuk bersekolah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Iskandar mengungkapkan bahwa pendataan angka putus sekolah baru bisa dilakukan ketika yang bersangkutan sudah berada pada usia 25 tahun ke atas.

“Jadi anak-anak yang putus sekolah sekarang belum bisa kita data lakukan pendataan. Nanti kalau umurnya udah 25 tahun ke atas, baru bisa kita rekap,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir angka putus sekolah maupun angka buta huruf di Kabupaten Bangka Tengah.

Salah satunya melalui program Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di setiap kecamatan yang saat ini sedang berjalan.

“Oleh karena itu, kita harapkan kedepannya angka rata-rata lama sekolah kita meningkat. Sehingga Indeks Pembanguan Manusia (IPM) juga akan ikut naik,” harapnya.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas