Edi Hilang Saat BAB di Pinggir Muara

Avatar of INTRIK.ID
IMG 20220717 WA0001
Foto: Tim sedang menyusuri sungai untuk mencari korban.(ist)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Seorang warga Sinar Laut, Padang Mulia, Koba dikabarkan hilang saat Buang Air Besar (BAB) di perairan muara setempat.

Pria yang diketahui bernama Edi Witoko (39) itu dinyatakan hilang sejak Kamis (14/7/2022) sekitar pukul 20.00 WIB ketika hendak BAB di tepi muara Sinar Laut.

Kakak korban, Sulaiman mengatakan sebelum hilang ia sempat menawari adiknya itu makan sekitar pukul 17.30 WIB.

“Awalnya saya mau nawari makan sore tapi gak ada di pondok tempat ia tinggal dekat halaman rumah saya. Terus saya cari-cari ternyata sedang di pinggiran dermaga kecil deket rumah. Memang biasa disitu untuk buang air. Pas pertama saya tawari adik saya belum mau makan, nanti katanya,” jelasnya ke intrik.id, Minggu (17/7/2022).

Mendengar jawaban Edi, pria yang berprofesi sebagai pengepul barang bekas itu langsung pergi karena ingin menunaikan salat magrib.

“Saya tinggal karena adik saya belum mau makan. Sekitar sehabis magrib saya liat belum ada juga di pondoknya jadi saya balik lagi ke tempat tadi dan dia masih ada di sana. Saya tawari makan lagi masih belum mau makan. Ya sudah, saya tinggal lagi karena memang ia sering disitu untuk BAB dan biasanya memang lama,” ujar Sulaiman.

Namun saat ia kembali datang untuk ketiga kalinya sekitar pukul 20.03 WIB, ia mulai cemas karena Edi sudah tidak ada lagi di tempatnya.

“Saya cari ke sana ke sini, nanya tetangga gak ada yang lihat mulai cemas saya. Padahal adik saya ini gak pernah jauh dari rumah walau dia sedikit keterbelakangan mental. Gak pernah ganggu dan gak pernah jauh mainnya. Dari situ saya yakin ia sepertinya jatuh ke sungai dan ditambah air sedang pasang dan dalam, tambah khawatir saya,” tuturnya.

Sulaiman mengatakan Edi memang memiliki keterbelakangan mental sehingga sering BAB di pinggir Muara Sinar Laut meskipun di rumahnya memiliki toilet.

Sementara itu, Yohanes selaku ketua RT mengungkapkan daerah muara tersebut banyak dihuni buaya, meskipun begitu ia yakin hilangnya Edi bukan disebabkan oleh hewan tersebut.

“Setau saya sejauh ini sih belum pernah ada kabar orang diserang buaya di lokasi itu. Tapi kalau kemunculan buaya di muara tersebut memang cukup sering,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Rahmat selaku ketua tim pencarian mengungkapkan pencarian telah dilakukan selama 3 hari bersama tim gabungan dari semua pihak termasuk warga setempat.

“Sudah 3 hari tim gabungan bersama warga menulusuri sungai muara yang panjangnya diperkirakan 2 kilometer untuk mencari korban bernama Edi yang diduga tenggelam di dekat muara sungai Sinar Laut ini. Tapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda dari korban akan ditemukan, ” jelasnya.

Ia juga menuturkan, kendala yang dialami pihaknya karena air yang surut terlalu jauh membuat perahu dan alat pencarian tak dapat diturunkan semuanya.

“Banyak kendala yang kami hadapi. Pertama karena air surut terlalu rendah sehingga tidak semua perahu karet bisa kami turunkan. Kedua, karena air terlalu dangkal kami juga tidak bisa mengaktifkan alat pelacakan air untuk memeriksa kedalaman air saat korban hilang,” terangnya.

Hingga kini tim gabungan masih berupaya mencari korban agar segera ditemukan.(Erwin)