Dituntut Hukuman Mati, Ini Pesan Jamal

IMG 20220726 WA0015
Foto: Jamal Mirdad saat di dalam sel.(Erwin/intrik)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Pelaku pembunuhan ibu kandung asal Desa Pinang Sebatang, Bangka Tengah, Jamal mengaku pasrah terhadap hukuman yang akan diberikan oleh hakim nanti.

Pria 31 tahun itu mengaku tega melakukan aksi keji tersebut karena terpengaruh oleh minuman keras dan judi.

“Tolong bilang ke masyarakat yang mungkin saat ini sedang terjerumus kedalam judi atau baru mau coba-coba, hentikan sekarang juga. Saya adalah bukti nyata bahwa atas kekejaman itu. Saya gila judi dan juga minuman keras sampai tega dan keji membunuh ibu kandung saya sendiri,” katanya sambil menangis mengingat mendiang ibunya.

Ia juga menuturkan, dirinya adalah orang yang tidak pernah bersyukur selama ini atas nikmat yang diberikan dan kasih sayang seorang ibu yang ia khinati.

“Saya nih kurang bersyukur. Padahal diberikan rezeki terus, diberi kasih sayang orangtua malah khinati. Saya cuma pesan, kalau ibu anda sudah masak, jangan makan diluar, tetap cicipi masakan ibu anda agar beliau merasa dihargai,” tuturnya.

Ia menambahkan, cepat atau lambat hal-hal yang menjauhkan kita dari tuhan pasti nanti akan dapat balasan.

“Allah SWT tidak pernah tidur. Kalian yang sekarang jadi pecandu judi, minuman keras ataupun narkoba jangan sampai terlambat untuk menyesali. Biarlah saya jadi contoh bahwa hukum tuhan dan hukum manusia akan menghakimi kita seadil-adilnya. Maka dari itu untuk semua masyarakat stop judi, minum minuman keras dan narkoba atau apapun yang akan menjerumuskan kalian ke hal yang saya lakukan. Karena ini adalah perbuatan keji,” ucapnya.

“Saya pasti dihujat, dicaci maki, disumpahi serapah dan dibenci masyarakat. Saya tidak peduli, sekarang saya hanya akan mengikuti proses hukum serta permintaan maaf dari saya untuk keluarga saya. Karena saya takut kalau keluarga saya tidak memaafkan dan tuhan tidak bukakan pintu taubat. Tapi saya siap dihukum apa pun,” tegas Jamal.

Ia juga berharap jika dirinya tidak dihukum mati ingin berusaha menghasilkan uang di Lapas nantinya agar ia bisa bersedekah dan melakukan Badal haji untuk mending ibunya.

“Kalau nanti dihukum 20 tahun seperti BAP (Berita Acara Pidana-red) saya ingin sedekah dan juga Badal Haji untuk ibu saya. Saya tidak mungkin bisa berhaji karena saya pasti sudah tidak kuat haji. Nanti kalau memang diberi kesempatan hidup dan tidak dihukum mati, saya akan berusaha bekerja keras untuk mendapatkan uang di Lapas. Karena katanya, kalau di Lapas bisa kerja atau jadi pengerajin,” harapnya.

“Saya juga sudah bilang ke kakak saya, saya tidak punya hak atas apa yang ditinggalkan orang tua kami. Semuanya kakak saja yang urus, tapi apa yang ditinggalkan orangtua kami saya cuma minta untuk diurus dengan baik. Saya sama sekali tidak berharap satu sen pun dari harta yang ditinggalkan karena tak ada lagi hak saya,” tutupnya.(Erwin)