Bangka Tengah Satu-satunya Kawasan Strategis Tanaman Hortikultura di Babel

IMG 20220721 WA0000
Foto: bibit cabai.(ist)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kabupaten Bangka Tengah saat ini masuk dalam sebagai kawasan strategis komoditas cabai. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah, Sukandar, Kamis (21/7/2022).

Ia mengatakan status itu sesuai dengan keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 472 Tahun 2018.

“Jadi untuk di Provinsi Bangka Belitung ini, Bangka Tengah yang ditunjuk untuk fokus pada tanaman hortikultura,” ucap Sukandar.

Ia menerangkan bahwa memang banyak program di Dinas Pertanian Bangka Tengah yang menjurus ke tanaman hortikultura untuk mengendalikan inflasi.

“Sebelumnya kami juga pernah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan mendapatkan kesempatan untuk contoh pengembangan cabai,” ujar Sukandar.

Pihaknya juga telah melakukan upaya penekanan biaya produksi tanaman cabai, dengan cara mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan bermitra kepada salah satu yayasan yang fokus bergerak di bidang pupuk organik.

Dengan begitu, maka cost produksi akan lebih murah sehingga ketika harga cabai di bawah Rp20 ribu per kilogram di tingkat tengkulak, maka para petani tidak akan merugi.

“Cabai adalah salah satu komoditas terbesar yang ada di Kabupaten Bangka Tengah dan tetap akan menjadi fokus kita karena dari pemerintah pusat juga kami selalu ada intervensi,” ujarnya.

Intervensi yang dimaksud antara lain berupa pemberian bantuan-bantuan bibit, benih, sarpras dan lain sebagainya. Bantuan tersebut diserahkan secara bergantian kepada para kelompok tani (poktan) ataupun gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah.

Misalnya pada tahun ini, dimana Bangka Tengah mendapatkan bantuan benih cabai besar untuk yang bisa ditanam di lahan seluas 50 hektar.

“Jadi dalam satu hektar itu terdiri dari sekitar 16 ribu sampai 18 ribu pohon cabai dan kemungkinan besar nanti kita pasti dapat, soalnya kemarin-kemarin sudah dimintai data-datanya oleh pusat,” jelasnya.

Diketahui, saat ini Bangka Tengah memiliki sekitar 37 poktan/gapoktan yang bergerak di bidang komoditas cabai dengan masing-masing poktan/gapoktan biasanya diisi oleh sekitar 10 petani.

“Selain itu, kami juga turut melakukan pendampingan kepada para petani melalui para penyuluh pertanian yang kami miliki,” terangnya.

Meski demikian, dirinya tidak memungkiri bahwasanya Bangka Tengah masih tetap membutuhkan pasokan cabai (impor) dari luar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya.(Erwin)