Adiknya Belum Ditemukan, Kini Edi Bingung Perlengkapan Sekolah Dua Anaknya Belum Ada

IMG 20220717 WA0003
Foto: Edi bersama istrinya.(Erwin)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa itu menggambarkan kehidupan Sulaiman warga Sinar Laut, Padang Mulia, Koba Bangka Tengah. Sebagai kepala keluarga yang memiliki 4 orang anak dan seorang istri bernama Ela (38), pria 41 tahun itu mendapatkan cobaan bertubi-tubi diwaktu yang berdekatan.

Beberapa hari lalu, Sulaiman kehilangan adiknya Edi (39) di perairan Muara Sinar Laut yang hingga saat ini belum ditemukan, namun pria yang berprofesi sebagai pengumpul barang rongsokan itu juga harus mencari uang tambahan untuk biaya anaknya sekolah.

“Kamis kemarin hingga sekarang saya masih harus memikirkan bagaiman keadaan adik kandung saya yang masih belum ditemukan. Sekarang saya juga harus memikirkan biaya peralatan sekolah anak saya yang akan masuk SMK senin ini. Tapi saya sudah 3 hari ini tidak bekerja ngumpulin barang bekas,” ungkapnya.

Saat kejadian adik kandungnya menghilang, ia juga harus berusaha mencari uang tambahan untuk anaknya melanjutkan sekolah ke jenjang SMK pada hari senin ini.

Ia mengaku, dirinya memang sedang kesulitan ditambah anaknya yang kedua harus segera masuk sekolah senin nanti tapi belum punya uang untuk membeli perlengkapan sekolah.

“Saya ini cuma pencari barang rongsok. Kadang memang hidup dari belas kasih orang lain. Minggu ini memang saya lagi pusing nyari uang tambahan untuk anak saya sekolah di SMK. Namun kejadian tak terduga pun terjadi. Sekarang adik kandung saya hilang hanyut dan belum ditemukan. Saya gak tau lagi harus mengadu kemana. Hanya tuhan sekarang yang bisa bantu,” ujarnya kepada intrik.id, Minggu (17/7) 2022).

Ia menceritakan, dirinya selalu berusaha untuk menghidupi keluarga dan juga adiknya yang saat ini belum ditemukan.

“Kerja apa saja saya kerjakan asalkan halal. Kalau ada yang ngajak nguli saya nguli. Ngajak saya apapun saya kerjakan asal halal dan dapat menfkahi keluarga saya dan juga adik saya ini yang memang agak kurang (gangguan mental-red),” ucapnya.

“Saya benar-benar bingung mau gimana lagi. Adik saya belum ketemu, sementara anak saya harus sekolah. Saya pun tidak bisa bekerja sama sekali. Saya benar-benar hanya bisa minta tolong pada tuhan,” tambah Sulaiman.

Ia mengaku sudah mengajukan bantuan ke pemerintah namun hingga saat ini masih belum ada tanggapan.

“Kami sudah mengajukan bantuan ke SiLakso, hanya saja belum terealisasi hingga saat ini. Tapi tadi katanya ada bantuan dari Bu Bupati. Kami juga disuruh ke Lakso besok untuk menindaklanjuti bantuan kami,” tutupnya.

Mendengar kabar tersebut, Ketua TP-PKK Bangka Tengah Eva Algafry atau biasa disapa Bunda Eva langsung memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah.

“Saya titip ya bantuannya untuk anak beliau. Saya juga bantu sebisa mungkin agar anak beliau bisa bersekolah. Kami bersama bupati tentunya akan memberikan yang terbaik untuk semua masyarakat Bangka Tengah tanpa terkecuali,” tegas Bunda Eva.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Kemiskinan, Oki mengatakan semua bantuan sekarang diarahkan ke Si Lakso (Sistem Layanan Kesejahteraan Sosial) agar tidak terjadi bantuan ganda terhadap orang yang sama.

“Jadi sekarang kita bantuan semuanya langsung ke SiLakso. Nah Lakso ini hanya sebagai perantara untuk orang-orang yang butuh bantuan agar terarah. Entah ke Dinsos, Dindik, Baznas, Kesra atau yang lainnya yang berhubungan dengan pengajuan bantuan tersebut. Ini dibuat agar satu pintu dan tidak tumpang tindih bantuan ke orang yang sama,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, jika memang ada keterlambatan di lapangan semua harus ditelusuri lebih lanjut agar tidak terjadi mis komunikasi.

“Kalau memang ada keterlambatan atau miskomunikasi antara pengaju, silakso atau back office dinas atau badan yang bersangkutan kita telusuri besok. Kita ketemu bersama si pengaju bantuan dan awak media sebagai saksi agar masalah selesai. Kalau memang pengajuan sudah lama dan data sudah masuk nanti ada di data SiLakso. Kalau memang ada keterlambatan kita selidiki dimananya karena kita tidak tahu bagaiman yang ada dilapangan,” pungkasnya.(Erwin)

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas