Pemerintah Siapkan Rp 51 Milyar Atasi Banjir di Sungaiselan

IMG 20220607 WA0001
Foto: Kepala Bapedda Bateng, Joko Triadi.(Erwin/intrik.id)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Desa Sungaiselan Atas dan Kelurahan Sungaiselan, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah akan dibangun sheetpile atau tanggul/penahan banjir dalam waktu dekat.

Hal ini disampakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka Tengah, Joko Triadhi saat diwawancara intrik.id, Selasa (7/6/2022).

Ia mengatakan tahun 2019 silam, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui anggaran DABA Provinsi Babel telah membangun tanggul di lokasi tersebut dalam rangka mengurangi dampak banjir secara signifikan.

Bukan hanya berdampak pada genangan air yang masuk ke pemukiman saat pasang, pembangunan tanggul itu juga dilakukan dalam rangka mengurangi dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat ketika terjadinya peristiwa banjir.

“Namun karena saat itu ada keterbatasan anggaran, pembangunan yang dilakukan hanya sepanjang 256 meter,” ucap Joko.

Selanjutnya, ada sepanjang 2,5 km lagi yang perlu dibangun tanggul. Untuk itu, dalam rangka menuntaskan pembangunan itu, pihaknya mengusulkan program tersebut ke Bappenas sebagai rencana pembangunan strategis di Bangka Tengah.

Kata dia, usulan tersebut telah disampaikan melalui kegiatan Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) beberapa waktu lalu dimana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan jatah sebanyak 30 usulan pembangunan yang akan didanai oleh pemerintah pusat.

“Oleh pemerintah provinsi, setiap Kabupaten diberi jatah sebanyak 2 usulan untuk menentukan program apa saja yang akan diusulkan,” ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya mengusulkan dua program yang bertujuan untuk penanganan banjir, yang pertama di Sungai Berok, Koba dan yang kedua di Sungai yang berada di Desa Sungaiselan Atas dan Kelurahan Sungaiselan yang diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp 51 miliar.

“Dalam prosesnya, usulan penanganan banjir yang di Sungai Berok itu kemudian tereliminasi karena ada beberapa persyaratan administrasi yang kurang sesuai,” ujarnya.

Oleh karena itu, hanya usulan pembangunan tanggul di Sungaiselan yang dinyatakan lolos dan memenuhi syarat.

“Alhamdulillah sampai pleno Musrenbangnas yang terakhir, usulan tersebut telah disetujui dan tinggal diatur dalam Renja (Rencana Kerja) di Kementerian terkait dan mudah-mudahan di bulan September atau Oktober nanti sudah ada kepastian,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya juga meminta agar Dinas PUPR Bateng juga ikut mengawal program tersebut supaya kemudian bisa benar-benar terealisasi.

“Kalau di Bapenasnya udah oke, tinggal kita kawal yang di Kementerian PUPR nya, karena dana 51 miliar ini murni dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dan serius dalam mengerjakan pembangunan ini,” sambung dia.

Senada, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengaku bahwa rencana tersebut merupakan salah satu rencana pembangunan strategis yang ada di Kabupaten Bangka Tengah yang sudah diajukan ke pemerintah pusat.

“Jadi dari beberapa program pembangunan strategis yang kita usulkan ke pemerintah pusat. Satu diantaranya sudah mendapatkan persetujuan sementara, yakni pembangunan sheetpile atau penahan banjir,” ucap Algafry.

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat Desa Sungaiselan Atas maupun Kelurahan Sungaiselan dapat mendukung program itu agar bisa terealisasi dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Mari kita doakan bersama agar program pembangunan strategis tersebut bisa lolos ke tahap berikutnya dan mudah-mudahan bisa segera terwujud di tahun 2023 nanti,” harapnya.

Lanjut Algafry, secara bertahap pembangunan strategis itu adalah bukti bahwa pihaknya serius dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bangka Tengah.

Laporan wartawan intrik.id/Erwin