Pembukaan MTQH Bangka Tengah di Ponpes Nurul Falah Disesaki Warga

Avatar of INTRIK.ID
IMG 20220624 WA0000
Foto: Pembukaan MTQH Bangka Tengah.(Erwin/intrik.id)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah, tampak ramai dipenuhi ribuan orang, Kamis (23/6/2022) malam.

Belasan kavling tenda terpasang di halaman Ponpes tersebut, lengkap dengan panggung yang megah ditambah kemerlap lampu yang warna-warni.

Meriahnya suasana tersebut dilakukan dalam rangka pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh kontingen kecamatan.

Ketua Panitia MTQH Bangka Tengah Tahun 2022, Masri Saharun mengatakan bahwa masing-masing kontingen kecamatan mengrimkan peserta sebanyak 40-an orang dengan total peserta lebih dari 200 orang.

“Selanjutnya, para peserta tersebut akan mengikuti delapan cabang perlombaan sampai tanggal 27 Juni mendatang,” ucap Masri.

Kegiatan MTQH tahun ini mengambil tema ‘Membangun Karakter Qurani, Mewujudkan Masyarakat Bangka Tengah yang Maju Profesional dan Unggul tujuan’.

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memupuk keimanan dan meningkatkan pengetahuan Quran dan Hadi serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.

“Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk menyiapkan calon duta-juta Bangka Tengah pada MTQH tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kesan yang positif bagi seluruh kafilah, dewan hakim dan seluruh masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman sangat berharap, kegiatan MTQH ini dapat mencetak qori-qoriah, hafizh-hafizhah dan khototh yang akan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bangka Tengah.

“Kami sudah mencatat bahwa kafilah di Bangka Tengah ini sudah lima kali menjadi juara umum pada MTQH tingkat Provinsi Babel,” ujar Algafry.

Untuk itu dirinya berharap, prestasi tersebut dapat terus ditingkatkan melalui ikhtiar yang maksimal dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT.

“Oleh karena itu, mari kita tingkatkan terus kemampuan dan semangat diri untuk mempelajari Al-Quran serta memperindah bacaannya, tulisannya dan pemahamannya,” tutupnya.(Erwin)