Kukuhkan 40 Tim Audit Stunting, Algafry: Investigasi dari yang Mau Nikah Hingga Perencanaan Anak

IMG 20220608 WA0000
Foto: Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman foto bersama dengan tim audit stunting.(Erwin/intrik.id)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah kukuhkan 40 orang Tim Audit Kasus Stunting Tahun 2022, Rabu (8/6/2022).

Pengukuhan tim tersebut langsung dilakukan oleh Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bateng, Herry Erfian di ruang Diklat BKPSDM Bateng.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat membuka kegiatan itu berharap tim tersebut bisa melakukan investigasi terhadap masyarakat dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

“Dalam rangka mengupayakan pencegahan sekaligus stunting di Bangka Tengah, mereka ini kita harapkan bisa melakukan investigasi terhadap masyarakat, mulai dari yang mau menikah sampai perencanaan ingin memiliki anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, semua hal harus direncanakan, dari pernikahan hingga rencana kehamilan sampai tumbuh kembang anak agar terhindar stunting.

“Perkembangan perjalanan saat memulai pernikahan, merencanakan kehamilan, melahirkan sampai tumbuh kembang anak sudah harus diketahui kondisinya, agar jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada anak, seperti gagal tumbuh bisa segera diatasi,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Bateng, Herry Erfian mengatakan Tim Audit Stunting merupakan ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting di Bateng.

“Sebagai Ketua TPPS Kabupaten Bateng, tentu ini adalah tugas yang berat, tetapi bersama Tim Audit yang merupakan ujung tombak percepatan penurunan stunting di Bateng dengan anggotanya berisi tenaga ahli, baik itu dokter spesialis anak, spesialis obstetri dan ginekologi, psikolog, ahli gizi dan sebagainya, yang tentunya mereka akan berkolaborasi untuk melakukan pendampingan kepada tenaga yang ada di desa-desa misalnya ibu-bu hamil, calon pengantin dan insyaallah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak di kemudian hari,” jelasnya.

Ia pun berharap ke depannya Tim Audit bisa terus besinergi dengan tenaga yang ada di Desa.

Tim Audit ini juga melihatkan DPPKBPPPA, Para OPD, Tim Teknis maupun Tim Pakar, termasuk tenaga di Kecamatan sebagai ujung tombak kita mendapatkan data,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bateng, drg. M. Annas Ma’ruf mengatakan pada tahun 2021 pihaknya mencatat ada 3,31 persen balita di Bangka Tengah yang masuk dalam kategori stunting atau kondisi gagal pertumbuhan (tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi.

“Untuk lokus stunting ini pada Tahun 2021 berada di 13 Desa yang terdiri dari enam kecamatan di wilayah Bangka Tengah, di antaranya Batu Belubang, Belilik, Desa Tanjung Gunung, Lubuk Pabrik, Kulur Ilir, Sungai Selan, Sungai Selan Atas, Sarang Mandi, Romadhon, Tanjung Pura, Keretak Atas, Melabun, dan Kerantai,” imbuhnya.

Laporan wartawan intrik.id/Erwin