2024, PDAM Tirta Bangka Tengah Targetkan Profit

IMG 20220613 WA0001
Foto: Direktur PDAM Tirta Bangka Tengah, Achmad Barliansyah.(Erwin/intrik.id)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – PDAM Tirta Bangka Tengah menargetkan tahun 2024 tidak ada lagi defisit keuangan.

Sebelumnya, PDAM Tirta Bangka Tengah mengalami defisit sebesar Rp 900 juta, namun tahun 2021 lalu mengalami penurunan menjadi Rp 300 juta.

Direktur PDAM Tirta Bangka Tengah, Achamd Barliansyah mengatakan pihaknya sudah memiliki rencana untuk mengatasi hal tersebut dengan cara menambah jumlah pelanggan.

“Kita beberapa tahun ini memang defisit, tapi berangsur-angsur profit. Bisa dilihat dari laporan keuangan 2020 dan 2021,” ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini cakupan pelayanan masih lemah dan jumlah pelanggan yang masih sedikit sehingga minim profit.

“Misalnya untuk di Koba ini saja, cuma ada 872 unit pelanggan yang memakai air PDAM, kita masih kurang minat dan juga sosialisasi. Saat ini pelanggan kita di Simpang Katis ada 182, Namang ada 380. Kalai Sungaiselan dikelola PUPR, Lubuk Besar memang belum ada,” terangnya.

Ia menambahkan pendapatan PDAM Tirta Bangka Tengah pada 2021 lalu terbilang cukup baik dan meningkat banyak dari tahun sebelumnya dimana mengalami peningkatan pendapatan dari Rp 1,1 miliyar menjadi Rp 1,4 miliyar.

“Untuk 2022 ini, kita targetkan setidaknya mencapai Rp1,6 miliar biar tetap ada peningkatan,” sambung dia.

Selain itu, dalam rangka menambah minat pelanggan baru, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan pelayanan salah satunya adalah dengan mengatur jam operasional agar lebih efektif dan efisien.

“Dibandingkan sebelumnya, jam operasional kita sudah lama, yakni dari jam empat pagi hingga setengah enam sore, lewat dari jam itu sudah dimatikan airnya,” ungkap Achmad.

Meski demikian, rentan waktu tersebut bersifat fleksibel, terlebih lagi saat musim kemarau dimana kebutuhan air bersih masyarakat cenderung lebih meningkat.

“Bisa saja kami tambah jam operasionalnya, karena bagaimana pun juga pelanggan ini harus tetap mendapatkan suplai air bersih,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga tidak akan melakukan perbaikan yang harus mematikan mesin ketika siang hari atau saat jam operasional.

“Kalau ada kerusakan pipa-pipa jaringan yang sifatnya tidak fatal, maka kami lakukan perbaikan pada malam hari,” jelasnya.

Dengan begitu, maka para pelanggan akan merasa puas dan bisa menjadi pemicu agar semakin banyak masyarakat lain yang mau berlangganan air di PDAM Tirta Bangka Tengah.

“Walaupun tidak banyak, Alhamdulillah setiap bulan pasti ada yang melakukan pemasangan baru. InsyahAllah perlahan-lahan kita sudah menunjukkan adanya peningkatan,” pungkasnya.

Laporan wartawan intrik.id/Erwin