Terkait Pemotongan TPP, Bupati: Tidak Mungkin Cuma Guru Saja, Me Hoa: Saya Tidak Pernah Dilibatkan

IMG 20220406 WA0000
Foto: Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.(Erwin/INTRIK.ID)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman tegaskan belum pernah mengeluarkan aturan untuk memotong TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) guru.

Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media ketika memberikan bantuan ke masyarakat Desa Nibung, Selasa (5/4/2022).

“Sampai hari ini tidak ada perintah dari saya untuk menurunkan TPP, ini ada miskomunikasi saja,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan tidak akan melakukan pemotongan hanya untuk para guru saja karena dirasa tidak adil.

“Tidak mungkin pemotongan cuma untuk guru, masa para kepala dinas dan camat ini dapat TPP gak dipotong. Jadi tidak mungkin ada pemotongan. Saya juga sudah hubungi Dinas Pendidikan serta Dinas kepegawaian. Ini hanya ada miskomunikasi saja masalah TPP,” tegas Alagafry.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa mengaku tidak mengetahui adanya pemotongan tersebut.

“Saya justru tidak tau. Makanya setelah dapat info saya langsung hubungi pak bupati,” ungkapnya.

Ia menegaskan, DPRD Bateng dan Pemkab Bateng telah sepakat untuk tidak ada pemotongan TPP dan gaji guru honorer.

Selain itu, politisi partai PDIP itu juga mengaku tidak pernah dilibatkan saat pembahasan mengenai peraturan bupati nomor 22 tahun 2022 tentang pemberian penghasilan tambahan bagi ASN.

“Di Badan Anggaran kami sudah sepakat untuk tidak memotong bahkan dengan anggaran defisisit. Mengenai Perbub 22 itu alangkah baiknya dimintai pendapat DPRD juga,” jelas Me Hoa.

Laporan wartawan Erwin/INTRIK.ID