Pedagang Daging di Sungailiat Terpaksa Cari Sendiri ke Lampung

P 20220301 103052 1
Foto: Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Kite Sungailiat.(INTRIK.ID)

INTRIK.ID, BANGKA — Sulitnya mendapatkan stok sapi membuat para pedagang daging di Pasar Kite Sungailiat harus berangkat ke Lampung secara langsung.

Salah satunya, Hamdan. Pedagang daging itu mengaku sudah lebih dari seminggu kesulitan mencari stok sapi untuk kemudian dijual kembali di pasar.

“Kebanyakan (stok-red) sapi kita ini dari Lampung, tapi sekarang sudah susah,” keluhnya, Jumat (4/3/2022).

Ia mengaku pihaknya memiliki rekan yang biasa mencari stok sapi di Lampung, namun karena kesulitan maka iapun harus berangkat langsung.

“Biasanya kami melalui rekan disana (Lampung-red) yang cari stoknya, komunikasinya cuma melalui telepon. Tapi sekarang sudah susah makanya kami turun langsung, itu juga masih sulit dapat,” ungkap Hamdan.

Pria yang sudah enam tahun berjualan daging sapi di Pasar Kite Sungailiat itu mengatakan daging sapi dari Lampung lebih murah dibandingkan dengan Madura.

“Kita pernah cari di Madura, secara harga satuan memang beda tipis tapi buat bawa ke Bangka justru lebih mahal di ongkos di banding kita beli sapi dari Lampung,” jelasnya.

Saat ini pihaknya masih menjual daging sapi berkisar Rp 135 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram. Sebelumnya ia hanya menjual sekitar Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu saja per kilogram.

“Ini kami masih pakai stok lama, tapi kalau sudah habis kemungkinan akan naik lagi, apalagi di Jakarta saja sudah naik,” pungkas Hamdan.

Ia mengatakan kemungkinan kenaikan harga daging sapi nanti berkisar Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu perkilo.

“Kemungkinan 140 ribu, paling mahal kami jual 150 ribu kalaupun ada yang lebih dari itu biasanya permainan penjual saja,” terang Hamdan.(red)