Melalui Lorong Hijau Padang Mulia, Bateng Ingin Buat Wisata Bunga

IMG 20220311 WA0003
Foto: Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat meresmikan Lorong Hijau Padang Mulia.(Erwin/INTRIK.ID)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) meresmikan Lorong Hijau di Jalan Sinar Surya, Kelurahan Padang Mulia, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, pada Jumat (11/3/2022).

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman turut menyambut baik program Lorong Hijau yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bateng tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilahturahim dalam kegiatan peresmian lorong hijau dan gagasan ini sangat baik serta akan kita dukung, agar tujuan serta rencana program yang ada bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Algafry turut mengajak masyarakat sekitar untuk meletakan pot-pot yang berisi tanaman di rak yang telah disediakan.

“Ini milik kita bersama, untuk itu mari masyarakat sekitar ikut berpartisipasi dalam menghijaukan serta mempercantik lingkungan, silakan tambahkan pot kembang ke rak yang ada bersama-sama, agar kita ada rasa memulaianya, insyaallah satu orang yang memulai kebaikan, akan diikuti dengan yang lainnya,” terangnya.

Ia pun berpesan kepada Lurah Padang Mulia untuk selalu memantau tanaman yang ada, bahkan ia menyarankan kepada DLH Bateng untuk bisa menambahkan cat di pot-pot yang ada, agar lebih berwarna lagi.

“Saya juga ingin menghimbau serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat tanaman yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah, Ari Yanuar Prihatin mengatakan kegiatan ini merupakan peringatan HPSN yang tertunda pelaksanaannya karena pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN-red) yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2022, namun tertunda karena kemarin ada kendala Covid-19 yang tidak boleh mengumpulkan banyak orang,” tuturnya.

Ia pun mengungkapkan alasan memilih lokasi di Padang Mulia karena ingin menata dan berkaborasi dengan perumahan di Padang Mulia untuk menjadi satu tempat wisata taman bunga.

“Kita ingin menjadikan suatu kampung bebas dari sampah dan kami lakukan aktualisasinya pada peringatan HPSN, berupa lorong yang hijau, bersih, rapi dan sampahnya di atur oleh masyarakat di sini,” tuturnya.

“Sedangkan untuk lokasi yang kami pilih kenapa blok Padang Mulia, hal itu karena kami ingin menata Padang Mulia ini, dengan cara berkaborasi bersama perumahan agar bisa menjadi satu tempat wisata taman bunga, jadi orang-orang di Padang Mulia ini menanam bunga dan orang akan melihat bunga-bunga ini,” tutup Ari Yanuar.

Laporan wartawan INTRIK.ID/Erwin