Konferensi VI PWI Babel Panggilan Konstitusi Organisasi

IMG20220328094159 scaled
Caption : Ketua PWI Babel Mohammad Fathurrakhman saat menyampaikan kata sambutan

PANGKALPINANG. INTRIK.ID – Ketua Umum ( Ketum ) Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Pusat Atal S. Depari mengatakan penyelenggara Konferensi VI PWI Babel 2022 merupakan panggilan konstitusi organisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Atal S. Depari dalam sambutannya secara virtual,saat pembukaan Konferensi VI PWI Babel, Senin ( 28/3/2022) pagi bertempat di Hotel Grand Mutiara.

“Konfirmasi panggilan konstitusi organisasi tertuang dalam Peraturan Dasar ( PD ) dan Peraturan Rumah Tangga ( PRT ) untuk milih ketua, moment ini paling seksi. Namun program lebih penting salah satu peningkatan kompetensi wartawan,” ungkapnya.

Menyambung sambutan Atal S. Depari, Ketua PWI Babel Mohammad Fathurrakhman alias Boy menyampaikan Program Uji Kompetensi Wartawan ( UKW ) menjadi program utama selain program lainnya.

“Mudah – mudahan Konferprov VI PWI Babel berjalan lancar, harapan PWI agar sinergi kepada pemerintah serta pihak – pihak lainnya. Kualitas wartawan harus ditingkatkan dengan program UKW. Di Babel wartawan yang kompeten kurang lebih 200 orang,” kata Boy.

Sementara itu ketua dewan pembina PWI Babel, Hidayat Arsani wartawan harus bersatu.

“Wartawan tidak boleh pecah harus utuh, makan dak makan kumpul. Wartawan ini pegang pedang kadang tajam , kadang tumpul Kepala daerah kalau tidak dekat dengan wartawan tidur tidak tenang. PWI harus bisa bekerja sama semua pihak, kedepan kita akan libatkan wartawan tanam aren. Lima tahun kedepan akan panen kelihatan hasilnya,” ujar Hidayat Arsani.

Lain halnya Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi melalui asisten I M. Soleh menyebutkan pemilihan ketua dinamika organisasi.

“PWI punya peran besar dalam kehidupan berdemokrasi dan bernegara, Memberi informasi akurat sebagai kontrol sosial. Pemerintah Babel menyambut baik konferensi VI PWI Babel. Pemilihan ketua adalah dinamika dalam organisasi demi tercapainya maksud dan tujuan. Beda pendapat pasti ada, namun lebih dikedepankan bagaimana menyatukan beda pendapat itu. Internal PWI harus bisa merangkul wartawan agar berkualitas,” tutupnya.