Keunggulan dan Manfaat Decomposer MA 11

IMG 20220320 WA0000
Caption : Dewi Susanti dengan produksi pengembangan Decomposer MA 11

Penulis : Dewi Susanti S.Pt

Penyuluh Pertanian Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah

BANGKA TENGAH. PANGKALAN BARU. Setiap pertumbuhan tanaman membutuhkan nutrisi guna menjalankan siklus hidupnya. Nutrisi tanaman atau unsur hara didalam tanah, sangat tergantung dengan hasil perombakkan oleh bakteri tanah.

Unsur hara tergolong menjadi dua golongan yakni Makro dan Mikro. Manusia sebagai pemulia tanaman sudah banyak mengembangkan bakteri tanah sebagai decomposer bahan organik, salah satu yakni Microbacter ALFAAFA ( MA 11 ).

Decomposer MA 11 Pertama kali ditemukan Dr. Ir. Nugroho Widiasmadi M. Eng tahun 1998. Kemampuan bakteri MA 11 mampu merombak bahan organik lebih cepat, karena bisa memecah dinding lignin tempat nutrisi dalam organ tanaman.

Kelebihan dimiliki MA 11 bisa mempengaruhi produksi bahan organik lebih cepat. Tersedianya bahan organik dalam tanah akan memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah. Untuk itu MA 11 sangat baik dikembang biakkan.

Khusus petani di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung MA 11 sudah dikembangkan, salah satu di Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru oleh Kelompok Tani Sejahtera dengan membuat Laboratorium Mini.

Demi menjaga kualitas produksi MA 11, Yayasan Anugerah Nusa Bangsa Indonesia ( ANSA ) Dr.Ir. Nugroho Widiasmadi selalu mengawasi produk dimaksud. Setiap produksi sampel selalu diuji, satu tahapan produksi 500 liter kurun waktu 1.5 bulan.

Khusus di Bangka Belitung lahan eks tambang sangat luas, keberadaan MA 11 bisa menjadi lokomotif terciptanya lahan eks tambang menjadi lahan produktif.

Untuk itu penulis ingin berbagi teknis pengolahan lahan sebelum diaplikasikan MA 11 dan cara memperbanyak MA 11.

Tanah diolah menggunakan cultivator, dibuat bedengan ketinggian ± 40 Cm, ditaburkan kapur aduk rata biarkan selama 3 hari. Treatmen I dilakukan pada hari keempat, penyemprotan MA 11 terhadap tanah dengan dosis MA11 : Air = 1 : 100 liter untuk 1.000 M2 biarkan selama 3 hari. Treatmen II dilakukan pada hari ketujuh, sama dengan langkah 2 biarkan selama 3 hari.

Pada hari kesepuluh, tabur superbokasi dengan standar hara 6.000 us/cm sebanyak 1 ton/1.000 M2 pada permukaan tanah kemudian penyemprotan MA 11 (1:100) terhadap tanah sampai ketebalan 30 cm aduk rata. Lakukan pelembaban tanah selama 5 hari (dengan cara penyemprotan air secara berkala).

SOP pembuatan superbokashi MA-11 adalah siapkan Larutan MA-11 yaitu 1 liter MA-11 + 50 liter air bersih + 1 kg gula pasir, ketiga bahan diaduk merata lalu didiamkan sampai 15 menit. Siapkan 1 ton kotoran ternak (sapi/ kambing/ ayam/ kelinci) dalam kondisi kering (maksimal kadar air 10%), digelar di atas terpal taburi dedak sebanyak 1-3% aduk rata, kemudian semprotkan larutan MA-11 tersebut sambil diaduk-aduk. setelah dipastikan semua bahan limbah tersemprot, maka terpal ditutup rapat agar tidak ada udara dan sinar matahari masuk. biarkan 1-2 malam.

Aplikasi pupuk organik MA-11 pada tanaman, Superbokashi ditabur pada lahan setelah melakukan treatmen tanah. Biofarm, POC (Pupuk Organik Cair) N,P dan K dicampur perbandingan 1:1:1:1 ditambahkan 10 liter air, disemprotkan pada tanaman atau tanah 1 minggu sekali untuk tanaman hortikultura (minimal hara saat aplikasi 2.000 us/cm).Untuk tanaman perkebunan semua bahan dicampur perbandingan 1:2 (minimal hara saat aplikasi 5.000 us/cm) per batang tanaman 2-5 liter.