Ikut Panen Cabai di Tua Tunu, Molen: Pangkalpinang Butuh 50 Ton Tiap Tahun

IMG 20220324 WA0002
Foto: Molen saat panen cabai milik petani di Tua Tunu.(ist)

INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil melakukan panen cabai bersama Demplot Cabai Kelompok Tani “Makmur“ dalam program pengendalian inflasi cabai di Kota Pangkalpinang di Kelurahan Tua Tunu Indah, Kamis (24/3/2022).

Dalam kesempatan tersebut, wali kota yang akrab dipanggil Molen itu mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung yang telah membantu para kelompok petani di Kota dengan jargon Beribu Senyuman, seperti di Tua Tunu, Bukit Merapin, Pasir Garam maupun kelompok tani PKK.

“Mereka terbantukan oleh pihak Bank Indonesia, melalui pak Budi”, ungkap Molen.

Pihaknya berharap program yang telah direalisasikan tersebut terus berlanjut. Baginya kegiatan hari ini benar-benar nyata berhasil untuk masyarakat dalam kondisi seperti kemarin, sempat dilanda kondisi Covid-19.

Molen juga menuturkan para petani bisa survive melalui pertanian dan komoditas pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat luas. Sesuai dengan kebutuhan dalam satu tahun, tambah Molen, hasil cabe hampir 50 ton per-tahun diperlukan di Pangkalpinang

“Ada hal-hal lain juga dibutuhkan pasar untuk masyarakat dalam bertani prospeknya bagus. Hulu hilirnya ada, suplay dan demand-nya ada serta modalnya ada dari Bank Indonesia”, tutur Molen.

Molen menjelaskan, terkait edukasi tentang bagaimana cara bercocok tanam, pihaknya telah menyediakan tim penyuluh. Molen juga menyampaikan bahwa ia bersama Disperindag turun kelapangan langsung untuk mengontrol sembako agar tidak kekurangan dan harga yang stabil.

“Sebetulnya kita bisa asal tekun, Dinas Pertanian kita terus mengontrol. Apalagi bulan Ramadhan, saya bersama Disperindag turun kelapangan, kita mengontrol sembako agar jangan sampai kurang dan harganya jangan sampai tinggi, saya menjaga Pangkalpinang”, pungkasnya.

Molen berharap, meskipun Kota Pangkalpinang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun harus tetap berpikir untuk menjadi tonggak agro swasembada di Kota Beribu Senyuman.(*)