TP PKK Bateng Panen 40 Kilogram Sawi Program P2L

IMG 20220225 WA0001
Foto: TP PKK Bateng memamerkan hasil panen sawinya.(ist)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – TP PKK Kabupaten Bangka Tengah panen sayur sawi milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Desa Lampir Kecamatan Sungaiselan, Rabu (24/2/2022).

Tampak hadir Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Erlina Erfian, bersama dengan Wakil Ketua II TP PKK Bateng, Elshinta Sugianto, Wakil Ketua III TP PKK Bateng sekaligus Kepala Dinas Pangan, Edi Romdhoni asik memetik sayur tersebut.

Sawi tersebut merupakan tahap pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Tidak hanya tanaman sawi, KWT Lampur juga menanam terong dan daun bawang atau tergantung kesepakatan bersama.

Wakil Ketua TP PKK I Erlina Erfian mengatakan, dirinya sangat senang karena bisa ikut memanen sayuran segar dan hijau hasil bercocok tanam para ibu anggota KWT.

“Hasil panen hari ini sekitar 30 hingga 40 kilogram. Kami (PKK Bateng-red) ikut membantu dengan membeli hasil panen. Dari hasil penjualan ini nantinya bisa dipakai lagi untuk membeli bibit baru dan ditanam oleh para ibu disini,” ujarnya.

Menurutnya, hasil panen ini juga bisa membantu perekonomian keluarga selain bisa dikonsumsi sendiri. Ia juga berpesan agar KWT Cempaka tidak berhenti untuk berinovasi serta menjadi teladan bagi warga sekitar maupun warga desa lainnya.

“Harapan saya kegiatan bercocok tanam ini tidak hanya di KWT Cempaka saja tetapi sepanjang jalan di Desa Lampur ini menjadi lorong hijau. Jangan cuma disini saja,” ucap Erlina.

Kepala Dinas Pangan, Edi Romdhoni menjelaskan KWT Cempaka ini merupakan tahap pengembangan setelah setahun sebelumnya pada tahap penumbuhan atau pendirian awal KWT.

Ia mengatakan P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan atau lahan kosong yang tidak produktif untuk dimanfaatkan sebagai tempat bercocok tanam.

Tujuannya, program ini dapat secara berkelanjutan menyediakan sumber pangan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan, serta pendapatan anggota kelompok masyarakat.

“Setelah satu tahun berjalan diharapkan KWT sudah bisa belajar secara mandiri menyediakan pembibitan juga sarana dan prasarana lainnya hasil dari KWT itu sendiri,” ujar Edi

Dikatakan Edi, P2L ini bisa dilakukan secara individu di pekarangan rumah masing-masing atau juga terpusat di demplot. Secara individu tentunya penghasilan yang didapat bisa dinikmati sendiri sementara di demplot akan dikelola secara terpusat dan hasilnya untuk kesejahteraan bersama.

“Program P2L ini termasuk pemberdayaan perempuan (10 Program PKK-red). Hal ini merupakan salah satu kegiatan usaha di bidang pertanian yang melibatkan Ibu-ibu,” jelasnya.

Laporan Erwin/INTRIK.ID